Sunday, March 15, 2026

Bitter Memories

Sunday, March 15, 2026 0 Comments

Dear Diary,


Hampir setahun sudah aku tidak bersua. Kabar baiknya, aku telah menyelesaikan studiku. Hari wisudaku masih bulan depan. Juni tahun lalu aku masih mengusahakan beberapa conference dan program exchange yang gagal. Tapi, tidak kusangka pada akhirnya aku dapat kesempatan conference ke Thailand bersama profesorku dan ke Jepang di akhir tahun kemarin.


Perjalanan yang cukup panjang dan menyenangkan. Tapi, aku tidak pernah menyangka bahwa tersimpan memori yang tidak ingin kusimpan lebih lama lagi di baliknya. Akhir Oktober lalu, ada seseorang yang pernah hadir di 2023 lalu, hadir kembali. Setelah pada Desember 2023 aku menolaknya dengan halus, dan malam harinya ia langsung menghilang bagai ditelan bumi. Lalu, beberapa pekan setelahnya aku melihat ia telah bersama orang lain.


Mungkin akhir cerita ini sudah bisa kau tebak, ya, berakhir dengan pattern yang sama. Aku sudah tidak begitu yakin untuk membalas pesan-pesannya di bulan Oktober lalu. Namun, mamaku selalu mengingatkan untuk membalas pesan seseorang, sesakit apapun memori yang pernah ia tinggalkan. Sampai pada akhirnya aku mulai intens membalas pesan-pesannya di tanggal 8 November malam hari sebelum paginya aku berangkat ke Thailand. Selama sepekan di sana, ia selalu berusaha menghubungiku dan banyak panggilan tak terjawab darinya. Aku masih tidak hiraukan pesan-pesannya.


Berlanjut pada tanggal 23 November aku kembali ke Jogja, diantar oleh orang tua dari acara keluarga di Magetan ke stasiun Palur. Pada hari itu aku akan naik KRL dari Palur ke Lempuyangan. Hari itu juga aku kembali bertemu dengan seseorang ini setelah Desember 2023 berpisah di stasiun Tugu Yogyakarta, tanpa pernah menyangka bahwa itu adalah pertemuan dan percakapan terakhir kami.


Sore itu ia membawakan tiga tas batik, mungkin hadiah dari acara kerjasama dengan kampusnya yang pernah ia ceritakan sebelumnya. Lalu, kereta kami melaju menuju Lempuyangan. Hari itu hujan sangat deras. Hampir maghrib kereta kami tiba di Lempuyangan, ia pesan taksi online melalui aplikasinya dan langsung menandai alamat kos-ku.


Sesampai di kos, ia menunggu aku di depan garasi. Sedang aku bersiap diri dan menyiapkan oleh-oleh dari Thailand untuknya. Selanjutnya, kami makan malam di kedai pizza kecil langgananku di jalan Kaliurang bawah. Saat itu aku mulai sadar bahwa ia sama sekali tidak risau meninggalkan salat Maghrib. Namun, tetap aku tepis dan kami mulai berbincang banyak hal. Aku berusaha membuka diri dan berpikiran positif bahwa setelah dua tahun berlalu pasti ias telah berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik.


Keesokan harinya, ia menemuiku kembali di Jogja. Ia mengajakku berkeliling, makan ramen di kedai ramen langgananku, lalu menikmati sore di Kopi Merapi. Pada awalnya aku masih mengira ia hadir kembali sebagai seorang sahabat yang memang kami telah lama bersahabat sejak masa putih abu-abu. Namun, sore itu ia mengajakku membuat video tampak belakang sambil menikmati senja di puncak Merapi yang warnanya merah keemasan itu. Ia pun mengunggah video tersebut esok harinya dengan backsound "Aku Jeje - Lihat Kebunku".


Intensitas kami dalam saling kirim pesan semakin meningkat. Terlebih saat itu aku sedang mengusahakan untuk mendaftar sidang tesis, dan banyak dokumen yang harus aku siapkan. Saat itu ia menawarkan diri untuk membantu beberapa finalisasi dokumen, meski ia sedang tugas ke Padang, Sumatera Barat. Namun, karena aku cuku kuwalahan, akhirnya aku menerima tawarannya untuk membantuku.


Hari Minggu-nya, tepat sepekan setelah pertemuan awal kami, sepulang dari Padang, ia kembali mengunjungiku ke Jogja. Pagi itu aku sedang ambil video untuk persyaratan sidang. Sedang ia membawa motorku ke bengkel untuk service, karena setelah dibawa ke Merapi pada Senin sebelumnya, terasa ada beberapa bagian yang butuh diperbaiki. Siang harinya kami berencana akan ke suatu restoran yang biasanya menjadi tempat favoritku mengerjakan tesis. Namun ternyata, restoran tersebut sedang digunakan untuk pesta pernikahan. Kami pun memutuskan untuk pindah ke restoran lainnya. Siang itu aku sibuk mengedit video untuk persyaratan sidang, dan ia menemaniku.


Aku menyadari bahwa aku belum ada perasaan padanya, tapi intensinya terus menunjukkan bahwa ia semakin mendekatiku. Hingga pada hari Rabu, 3 Desember 2025, aku berangkat ke Jepang. Pagi harinya tepat sebelum aku keluar dari kamar kos, ia melakukan panggilan video dan mengucapkan salam hati-hati selama perjalanan. Selama kurang lebih delapan hari di Jepang, aku tidak begitu intens menjawab pesan-pesan dan panggilan videonya.


Hingga pada tanggal 10 Desember aku sampai kembali di Jogja, ia kembali menemuiku di Jogja pada tanggal 12 Desember. Sepulang kantor ia langsung menuju Jogja. Malam itu kami jalan di salah satu mall, ketika ia mendapati pengumuman bahwa ia belum lolos dalam pendaftaran calon dosen di kampusku. Sebelum ia cerita, aku mendapati sikapnya yang sedikit berubah dan kaku. Hingga akhirnya aku terus memaksa menanyakan padanya, dan ternyata ia menunjukkan layar ponselnya bahwa ia belum lolos. Aku arahkan ia untuk duduk di depan store di mana aku membeli make up. Juga aku arahkan ia untuk menghubungi ibunya terlebih dahulu untuk menyampaikan kabar. Setelah ia merasa cukup kuat, akhirnya kami jalan kembali dan ia mengantarkanku pulang. Malam itu ia bermalam di kos temannya di area kota, sehingga ia membawa motorku sementara.


Keesokan paginya, hari Sabtu, kami berkeliling ke arah Kaliurang. Kami trekking ringan di Plunyon Kalikuning, lalu menikmati pagi menuju siang di Nawang Jagad. Baru setelahnya kami turun untuk makan chicken nashville langgananku sejalan dengan perjalanan pulang. Sambil menunggu waktu keberangkatan keretanya balik ke Solo, kami pun menghabiskan waktu di Pasar Ngasem untuk mencari jajanan yang ia inginkan. Namun, siang itu telah banyak kedai yang tutup dan habis dagangannya.


Pada hari Senin, 15 Desember, hari di mana aku sidang tesis, ia datang kembali ke Jogja. Aku tidak menyangka, ia menuliskan "Mi Lieverd" di kartu ucapan buket yang ia bawakan untukku. Aku tahu pasti arti kata yang dituliskan dalam bahasa Belanda itu. Malam harinya, ketika pergi bertiga bersama ayah dan mama. Ayahku cukup menegaskan aku untuk tidak memberikan harapan untuknya, apabila aku tidak benar-benar memiliki perasaan padanya. Aku memikirkannya semalaman hingga hari berikutnya ketika orang tuaku kembali pulang.


Sesampai di kos, siang itu aku memikirkan dan menanyakan hatiku berulang kali. Jujur aku cukup nyaman dengan kehadirannya, dengan caranya memperlakukanku. Meskipun terkadang ada saat di mana ia menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar yakin padaku, di mana cara dia yang tidak benar-benar menyampaikan perasaannya. Namun, lebih banyak kode yang ia berikan secara abu-abu. Pada akhirnya, sore itu aku memutuskan untuk mengakhiri segalanya sebelum hubungan ini berjalan jauh lebih dalam. Aku sangat berhati-hati dalam merangkai setiap katanya, agar tidak menyakiti perasaannya, terlebih ia baru saja mendapati pengumuman penolakan. Aku tidak ingin ia trauma dengan kota Jogja, dengan kampusku, dan segalanya tentang kota ini.


Sore itu, ia tidak menerima permintaanku untuk mengakhiri keadaan abu-abu ini. Hingga ia memutuskan untuk menemuiku kembali sepulang kantor dan langsung menuju Jogja malam itu juga. Kami berbincang panjang dan aku juga menyampaikan ketidakyakinanku padanya, terlebih setelah Desember 2023 aku tidak menyangka itu menjadi pertemuan terakhir kami dan beberapa pekan setelahnya ia langsung bersama orang lain. Aku tidak ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak benar-benar menginginkanku. Aku ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang benar-benar berniat untuk menjadi pendamping hidupku kelak. Namun, pada malam itu seakan ia meyakinkan aku bahwa ia sungguh-sungguh denganku. Ia meyakinkanku bahwa ia memiliki niat serius setelah dua tahun ia belajar dari hubungan sebelumnya. Dan sekali lagi bodohnya aku kembali memberikan ia kesempatan terakhir. Selanjutnya pasti kau tahu, apa yang akan terjadi...


Hari-hari ia semakin berkirim pesan dan panggilan video setiap hari. Hingga pada tanggal 20 Desember, ia kembali mengunjungiku ke Jogja dan tiba-tiba membawakanku buket bunga dengan warna favoritku. Setelahnya ia mengajak aku jalan ke mall yang sebelumnya kami kunjungi di tanggal 12 Desember. Ia memaksaku untuk memilih hadiah sidang darinya, namun aku tetap bersikeras untuk menolak permintaannya. Selama ini, aku sangat menjaga diri untuk tidak merepotkan orang lain. Namun pada akhirnya, ketika ia sedang belanja di salah satu store, ia memaksaku untuk memilih satu hadiah. Aku tidak kunjung memilih, hingga ia sendiri yang inisiatif memilihkan jaket olahraga untukku. Aku pun akhirnya menerima niat baiknya untuk menunjukkan perasaannya padaku.


Pada tanggal 23 Desember tiba saatnya untuk pulang kampung. Ia membuatkanku proposal untuk aku mau diajak jalan ke Solo sebelum naik kereta bersama pulang ke kota kami. Aku pun mengiyakannya, karena ia telah memfasilitasi keretaku dari Jogja ke Solo tanpa naik KRL karena cukup susah untukku yang membawa koper. Kami pun berkeliling kota Solo, dan menikmati semangkuk nasi hainan dan daging shortplate langgananku.


Berlanjut pada tanggal 5 Januari 2026 ketika aku kembali ke Jogja. Pada malam harinya, ia kembali menemuiku ke Jogja. Aku merasakan ada hal yang berbeda dari dirinya. Sudah tidak ada lagi sparks yang biasanya selalu ia tunjukkan padaku. Ternyata di malam itu ia bercerita bahwa ibunya telah mengetahui kedekatannya denganku. Namun, ia menyampaikan bahwa ibunya mengingatkannya untuk tidak begitu berharap padaku. Di mana setelah ini aku masih akan lanjut studi di luar benua dan cukup jauh pastinya. Beberapa hari setelahnya ia pun menunjukkan sikap yang berbeda dan mulai dingin. Hingga pada akhirnya hari Kamis, 8 Januari, ia menyampaikan melalui panggilan video bahwa ia semakin tidak yakin dengan hubungan ini, namun ia masih ingin mencobanya. Aku sudah ingatkan ia saat itu untuk sudah cukup lebih baik mengakhiri hubungan ini sebelum berjalan jauh makin dalam, namun ia tetap bersikeras ingin menjalaninya bersamaku.


Pada tanggal 12 Januari, ia pindah dari kos lamanya ke rumah yang baru saja ia kontrak untuk setahun ke depan. Aku teringat ia pernah menyampaikan kalau ia memiliki perasaan yang sensitif terkait hal-hal ghaib. Terlebih ketika ia pindah ke tempat baru dan selalu pada malamnya ia pasti ditemui oleh makhluk-makhluk tak kasat mata. Sehingga pada hari itu aku juga ingatkan ia untuk melakukan tasyakuran kecil dan ia pun tidak menemui gangguan apapun selama pindah di rumah tersebut.


Akhir pekannya di tanggal 17 Januari, ia kembali mengunjungiku bersama sepupunya. Aku berkenalan dan berbincang dengan sepupunya yang cenderung introver. Siang itu aku menjemputnya di stasiun Lempuyangan. Aku sengaja menggodanya, menyampaikan bahwa aku akan telat sampai stasiun. Aku melihat responnya kurang menerima kalau aku telat menjemputnya, kenapa tidak berangkat lebih awal, keluhnya. Padahal aku sebenarnya sudah sampai di stasiun, lalu aku menunggunya sampai mereka keluar dari gerbang KRL. Aku melihat ekspresinya yang sedikit kesal dan menggerutu padaku agar tidak mengulangi hal seperti ini. Meski dalam hatiku, aku cukup kaget akan responnya yang kurang baik. Sedangkan, aku di keluargaku, terlebih mamaku, seringkali beliau memberikan kejutan ke ayah, aku, ataupun saudara-saudaranya. Namun, kami juga tidak pernah sekalipun kesal. Justru menjadi candaan yang hangat dan peduli.


Hari itu kami menikmati ramen di kedai langgananku, berlanjut mengunjungi pameran seni di jalan Kaliurang bawah, dan malamnya kami menghabiskan waktu di studio karaoke tidak jauh dari kos-ku. Aku merasakan kehangatan pada hari itu, aku bersyukur mengenal mereka dan kami memiliki hobi yang sama juga. Hingga pada pukul sembilan malam kami berpisah.


Pada hari Minggu dini hari, menuju Senin tanggal 19 Januari, ia melakukan panggilan video sambil menikmati santap sahurnya. Kami memang berencana akan puasa di hari Senin itu. Tiba-tiba ia mengirimkan tiket konser yang sangat aku inginkan, dan sudah ia belikan untuk kami menonton berdua. Aku merasa berutang padanya, karena aku tidak ingin merepotkannya dengan harga tiket yang cukup tinggi nominalnya bagiku. Aku sudah sampaikan sejak awal bahwa aku akan beli tiketnya sendiri, namun ia berinisiatif untuk membelikannya. Pada akhirnya, ia memberikan syarat untuk aku menemaninya mengunjungi pesta pernikahan di tanggal 24 dan menonton pertandingan bola di Jogja pada tanggal 25. Aku pun menyetujuinya.


Tiba pada tanggal 24 Januari, pagi itu perasaanku sangat gundah dan aku mendapati firasat yang tidak cukup baik untuk berangkat ke Solo. Akhirnya aku menyampaikan padanya bahwa aku belum bisa menemaninya mengunjungi pesta pernikahan, namun aku akan tetap mengunjunginya ke Solo untuk menghargai usahanya. Siang itu beruntung aku bisa naik KRL terakhir yang berjalan menuju Solo, sebelum jadwal setelahnya mundur tiga jam karena sedang ada angin besar di Jogja yang merobohkan tiang-tiang listrik. Ketika aku menceritakan padanya terkait hal ini di pekan depannya, aku mendapati responnya yang acuh tak acuh. Padahal aku sudah sangat mengusahakan menemuinya ke kotanya.


Siang itu ia menjemputku di stasiun Palur dan berhenti sejenak di rumahnya untuk menitipkan beberapa barang bawaanku. Kami pun lanjut mengunjungi pameran seni, lalu menikmati sate buntel dan tengkleng. Malam harinya kami menonton pertunjukan wayang orang di Sriwedari. Sebelum akhirnya ia mengantarkanku di kos teman perempuannya, untuk bermalam. Sejujurnya aku merasakan hal yang berbeda di hari itu. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba ketika aku sendirian dan melihat ponselnya muncul notifikasi direct message tiktok dari nama yang kuketahui adalah masa lalunya, yang memang ia pernah menyampaikan bahwa ia masih saling kontak. Aku sebenarnya tidak pernah mempermasalahkannya, akan tetapi, ketika aku melihat pesan mereka, aku mendapati ia masih mengirimkan emoticon hati pada masa lalunya. Aku merasa hal ini tidak seharusnya terjadi.


Sedari awal ia yang meyakinkanku betul-betul untuk mencoba menjalani hubungan ini bersama-sama. Tentu sebuah hubungan berjalan dengan memperhatikan 

Sunday, June 15, 2025

A Garden to Grow

Sunday, June 15, 2025 0 Comments

Dear diary,

        Hai, sudah lama kita tidak bersua. Baru saja aku membaca sekilas beberapa kisah yang sempat aku tuliskan di sini beberapa tahun lalu. Kali pertama melihat tulisan-tulisan itu masih terunggah di sini membuatku ingin menghapus semuanya seketika. Tapi, aku lebih memilih untuk membaca ulang tulisan-tulisan usang itu. Bagaimana bisa dahulu aku hidup terbelenggu oleh ikatan yang bahkan sama sekali tidak memberiku ruang untuk bertumbuh menjadi diriku seutuhnya?

        Mungkin kini kau sudah menebak apa jawaban atas pertanyaan terakhirku di unggahan terakhir tahun 2022 silam. Ya, semuanya telah berakhir dengan tragis sempurna. Aku baru sadari banyak sekali momen hidupku terlewat begitu saja, mulai melewatkan hobi-hobi yang telah lama aku bangun sedari kecil, melewatkan banyak kesempatan yang seharusnya bisa aku ambil dulu, juga hal-hal yang tidak bisa aku lakukan dengan leluasa selama dalam ikatan tersebut.

        Aku baru sadari, sampai-sampai saat itu aku harus lakukan sembunyi-sembunyi membuat akun YouTube anonim untuk tetap bisa meluapkan hobiku yang harus aku tutup erat-erat karena ingin menghargai dia(?) Aku yang saat itu menuliskan segala hal di laman ini sebagai bentuk perlawanan dari diri yang sangat berkecamuk antara logika dan perasaan. Aku sampai lupa bagaimana menuliskan serangkaian kata indah dalam puisi-puisi yang selalu aku tulis sebelum aku bersamanya. Aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta dengan buku dan film-film pendek yang aku suka ciptakan dulu. Aku lupa bagaimana rasanya bersenandung hangat dengan malam, puisi, dan musik sendu yang mengalun santun di telinga. Aku lupa bagaimana caranya untuk kembali berpikir kritis, mempertahankan argumen, dan ruang untuk didengar. Aku kehilangan diriku seutuhnya untuk berusaha dengan kuat menjadi yang terbaik untuk ia yang bahkan belum aku kenal dengan utuh.

        Aku banyak belajar dalam beberapa tahun terakhir setelahnya. Tidak jarang aku berulang kali berteriak bodoh pada diriku sendiri. Namun, hei, bukankah hidup itu sebuah perjalanan yang senantiasa membawa pelajaran di setiap langkahnya? Di satu sisi, aku percaya segala hal yang telah kita lalui dalam hidup sejatinya telah ditakdirkan dalam garis waktu kita dan semuanya terjadi dalam lini waktu yang telah ditentukan. Banyak hal di luar kendali kita yang tanpa kita sadari kita pikirkan berlebih hingga membatasi kemampuan diri atas pikiran kita sendiri. Sehingga kini aku mencoba belajar untuk mengikhlaskan segala hal yang telah kulalui dalam hidupku yang telah mencapai seperempat abad ini.

        Pernah tidak berpikir, tanpa kita sadari banyak hal yang terjadi secara tidak sengaja. Sesederhana kita menemukan benang merah dari berbagai masa yang pernah terjadi di kemudian hari. Lalu, kita bertanya-tanya, mengapa tidak kita sadari sedari awal saja agar dapat melakukan tindakan preventif sebelum segala hal bodoh terjadi? Atau, kadang sesederhana tidak sengaja dipertemukan dengan seseorang yang bahkan belum kita kenal sebelumnya, dan ternyata banyak hal berkaitan dengan kita di masa lampau. Coincidentally things, aku menyebutnya, sangat menarik dan selalu membuatku penasaran untuk mengaitkan segalanya untuk mendapatkan jawaban dari segala tanda tanya yang melayang.

        Setelah perdebatan panjang dalam benakku, mungkin untuk sementara aku memilih membiarkan segala hal yang pernah kutuangkan di laman ini (meski pada akhirnya baru saja aku arsipkan semuanya, tersisa satu). Tanpa sadar tulisan-tulisan itu membuatku membuka mata dengan lebar bahwa aku sudah berusaha tetap berjalan dan bertahan sejauh ini, sekuat ini. Banyak sekali hal buruk yang telah aku lewati dalam tiga tahun terakhir ini. Banyak sekali juga momen aku ingin menyerah dan mengakhiri hidup yang saat itu aku pikir tidak akan ada akhir bahagianya ini, meski sampai saat ini aku juga belum tahu-menahu bagaimana hidup ini akan bermuara. Setidaknya aku selalu berusaha bertahan dan hidup untuk masa ini.

        Pernah tidak menemukan kalimat, bahwa apabila saat ini kita masih menyesali apa yang terjadi di masa lalu, artinya kita tidak akan pernah menemui masa depan. Namun, ketika kita fokus hidup untuk hari ini, tanpa sadar kita sedang mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Hal inilah yang sedang aku coba pahami, tentang bagaimana cara untuk live in present. Sejatinya, hidup adalah pembelajaran, sampai kapanpun kita melangkah, akan selalu ada hal-hal baru yang membawa kita memahami banyak hal di kemudian hari. Meskipun dalam prosesnya selalu menguras energi, bahkan tidak jarang juga mengikhlaskan air mata yang terbuang. Akan tetapi, aku selalu percaya adanya life-long learning.

        Kini aku berjalan pada segala hal yang aku yakini, tidak ingin lagi terbelenggu oleh apapun yang dapat dengan tiba-tiba menahanku untuk maju. Aku percaya apabila kita memiliki kendali akan diri kita sendiri, kita akan mampu menciptakan batasan yang tidak dapat ditembus dengan mudah oleh orang lain. Tanpa aku sadari, beberapa waktu terakhir aku dapat kembali lagi perlahan-lahan menyapa hobi-hobiku yang dahulu selalu aku luangkan setiap harinya. Bukan perihal kepadatan waktu, melainkan rasa itu mulai kembali tumbuh perlahan-lahan. Perasaan dalam diri yang membuat tenang, senang, dan nyaman dengan keterbukaan. Perasaan ini yang kembali menghidupkan lagi saraf-saraf sastra yang dalam beberapa tahun lalu sempat terputus, juga musik-musik lama yang kembali aku dengarkan lagi. Perlahan demi perlahan kini aku kembali menemukan diriku dengan seutuhnya, dengan jiwanya yang bebas dan tidak mampu terikat oleh apapun yang berusaha menahannya.

        Tanpa aku sadari, aku dapat kembali menulis sepanjang ini. Aku mulai bisa menulis sajak-sajak lagi, meski bukan sajak romansa yang selalu aku tuliskan semasa putih abu-abu dulu. Mungkin daya berpikirku yang cukup berbeda saat ini, juga keadaan yang telah membentukku sekeras ini. Aku merasa perasaan itu tidak lagi setajam kala itu untuk dapat menciptakan puisi seutuhnya dengan jiwa di dalamnya. Butuh waktu tujuh tahun kehilangan diri sendiri dan butuh waktu hampir tiga tahun untuk aku dapat menemukan diriku kembali dengan seutuhnya. Satu dekade mungkin terdengar sangat menguras waktu. Namun, dari situlah aku belajar banyak hal untuk tidak lagi menyia-nyiakan waktu hanya untuk apapun yang belum sepenuhnya pasti. Waktu berjalan dengan sangat cepat, sedang kita harus sepenuhnya sembuh dan selesai dengan diri sendiri untuk dapat menemukan insan yang tepat.

        Dewasa ini begitu banyak orang yang kita temui, hingga kita semakin memahami bagaimana pola yang tercipta. Lalu, berujung pada rasa penasaran yang berakhir begitu saja ketika salah satunya telah merasa 'tidak sejalan' atau bahkan justru karena 'tidak menemui ekspektasi'. Dewasa ini jatuh cinta bukan lagi sesederhana kagum dan sejalan, manusia membuatnya lebih rumit karena apa yang membuatnya jatuh cinta bukan lagi pada pribadinya, tapi tanpa sadar pada 'ekspektasinya terhadap mereka'. Mungkin kau ingat apa yang disampaikan oleh Pramoedya Ananta Toer, "hidup sungguh sangat sederhana, yang hebat-hebat hanya tafsirannya". Justru tanpa kita sadari, kita sendirilah yang membuat segalanya menjadi rumit, sebagaimana apa yang dijelaskan pada buku The Mountain is You karya Brianna Wiest, salah satu yang direkomendasikan sahabat beberapa pekan lalu.

        Apa yang aku pahami saat ini, jatuh cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita tanpa berekspektasi apapun merasa mampu untuk menjalani hari-hari tua bersamanya, karena sejatinya cinta adalah saling merawat dan saling mendengarkan. Terlepas dari karirnya saat ini, prestasinya, atau apapun yang sedang ia banggakan saat ini. Tentang bagaimana kita mampu menganggap adanya kekurangan tidak lagi menjadi masalah untuk kita tetap berjalan beriringan bersama, meski biasanya kita tidak bisa mentolerir hal itu pada orang lain. Juga meskipun sampai saat ini aku belum menemukan hal ini pada orang lain, tapi aku percaya segalanya akan tiba dalam lini waktu yang telah digariskan. Tidak ada satupun yang terjadi tanpa sengaja, segalanya telah tertulis pada lini waktu yang tepat.

        Terima kasih untuk selalu menjadi ruang untukku menyampaikan segala sesuatu, meski seringkali aku lama tidak bersua.


And dear me, I wish something wonderful is about to happen, soon.

With love, Lilly

Tuesday, June 19, 2018

Galau Tidak Diterima di PTN Favorit? Bukan Saatnya!

Tuesday, June 19, 2018 0 Comments
Dear Diary,
And all of my lovely readers.

Kau tahu? Saat ini jam dinding sedang menunjukkan pukul tiga dini hari. Dan aku belum bisa tidur sejak tadi malam. Aku rasa aku perlu obat tidur. Tapi sayang, stok obat tidur di kotak obat rupanya sudah habis. Aku tak tahu apa yang akan kulakukan. Jadi, ya begini hasilnya. Kulihat laptop, lalu kuingin menulis.

Sudah tiga bulan aku tak berkeluh kesah tentang keseharianku. Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Alhamdulillah Allah memberikan jalan yang terbaik bagiku. Seperti doa yang selalu aku panjatkan setiap harinya. Meski nilai UN tak sesuai ekspektasi, tapi menurutku masa depan tidak ditentukan oleh nilai. Jadi, aku rasa itu tak begitu penting. Sah sah aja sih. Dan yang paling tidak kukira, akhirnya ku diterima di jurusan favorit aku. MANAJEMEN. Manajemen cuy, MANAJEMEN! Sempat kecewa sih awalnya, soalnya bukan kampus pilihan pertamaku. Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa kita sebagai manusia selalu menuntut yang lebih? Padahal jika kita sadari, Allah telah memberikan semua yang kita minta. Seharusnya kita bersyukur atas semua pemberiannya dan menerimanya dengan ikhlas. Semua ada jalannya.

Banyak teman mengeluh karena deg-deg-an menunggu hasil sbm dan akan mengikuti test ikatan dinas. Sebenarnya sama aja sih. Aku juga deg-deg-an mau ikut test STAN. Tenang, itu manusiawi. Tapi, ya jangan berlebihan kayak mau perang dunia aja. Toh, kalau itu emang perang, kita sudah berjuang di jalan yang benar. Sudah berusaha sekuat tenaga. Dan kalah atau menang itu hal biasa. Jika di tengah jalan ternyata Allah mencabut nyawa kita. Tetaplah bersyukur. Berarti itu jalan yang terbaik.

Bukan berarti karena aku sudah mendapat kampus, lalu aku bersikap santai seperti ini. Tentu tidak! Kita masih sama-sama berjuang. Untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. Semua memiliki hak untuk menggapai bintangnya. Tapi ingat, masa depan kita sudah ada yang mengatur. Sebenarnya kita hanya perlu menjalaninya seperti air yang mengalir. Syukuri apa yang telah Tuhan berikan pada kita. Jangan suka mengeluh!

Aku jadi ingat, kata ustadz yang dulu diundang waktu doa bersama sebelum USBN di sekolahku. Berkata jika kepribadian seperti air mengalir itu kurang baik. Berarti plin-plan, tidak punya arah, tujuan, tidak punya pendirian, dsb. Menurutku, segala hal itu tentu ada negatif dan positifnya. Tinggal darimana kita melihat sudut pandangnya. Semua hanya perihal sudut pandang. Lalu, pilihan yang kedua adalah lilin, sang pelita dalam kegelapan. Lilin memang dapat menyinari kegelapan, tapi ketika masanya habis, lilin tersebut juga takkan berdaya. Dan yang terakhir, yang terbaik katanya, bunglon. Beliau memfilosofikan bunglon seperti kepribadian yang mudah beradaptasi. Tapi, jika dipikir-pikir, bunglon juga berarti kepribadian yang senang bersembunyi atau menyamar ketika mendapat suatu masalah. Karena ia terlalu takut untuk menghadapinya. Lantas, tetapkah kalian berpikir jika berkepribadian seperti bunglon-lah yang terbaik?

Terlalu banyak perumpamaan di dunia ini yang bisa disaru. Jangan men-judge di satu sisi. Mungkin kalian melihat dengan angle yang salah. Contohlah yang baik-baik. Salah satunya selalu ikhlas menerima semua pemberian Allah seperti air mengalir. Tetap mengalir sampai hilir hidupnya meski tiap kali menerjang bebatuan yang besar. Percayalah, semua ada jalannya.

Udah dulu deh, baterai laptopku udah sekarat. Terserah jika mau diterima atau tidak. Bukan bermaksud menggurui. Tapi, alangkah baiknya kita saling mengingatkan. Terima kasih! :)

Ferly Arvidia,

Monday, September 4, 2017

Sudah Baikkah Kurikulum di Indonesia?

Monday, September 04, 2017 0 Comments
"Jangan berucap jika kau tidak ditanya. Diam itu lebih baik." - anonymous

Kali ini, gue mau membahas tentang kurikulum yang ada di Indonesia. Sudah baikkah? Dengan adanya pergantian kurikulum setiap pergantian menteri? Tak berpikir bagaimana nasib pelajar yang berulang kali menjadi kelinci percobaan? Berdampak baik atau burukkah?

Oke, mari kita pikir lebih dalam. Awalnya gue itu sebal dengan adanya sesi pertanyaan pada setiap presentasi pelajaran di kelas yang dilakukan oleh setiap kelompok. Tentu saja teman-teman berebut ingin bertanya untuk mendapatkan nilai tambahan. Sedangkan itu membuat siswa yang tidak paham materi (sehingga tak tahu harus bertanya apa) dan siswa yang tidak ditunjuk untuk mengajukan pertanyaan. Pasti itu akan sangat sakit. Padahal mereka yang bertanya belum tentu paham apa yang ia tanyakan.
Zaman sekarang, khusunya pada kurikulum 2013 ini, siswa lebih sering melakukan presentasi (sedangkan guru tidak banyak menjelaskan, malah menuntut siswa agar mereka mengetahui dan memahami pelajaran tersebut meski sang guru belum menjelaskan). Lalu, siswa berebutan bertanya hanya bertujuan mendapatkan nilai tambahan. Maka timbullah pertanyaan, apakah itu akan bermanfaat?
Katanya lebih baik diam daripada kau tak tahu apa yang dibahas? Tapi, jika kau diam, tentu juga takkan mendapatkan nilai. Maka dengan begitu, penyampaian materi tidak akan merata. Siswa yang sudah pintar, akan semakin pintar dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Sedangkan siswa yang kurang pintar, akan semakin tak paham karena tak berani bertanya dan tak tahu apa yang harus ditanyakan. Gue merasa terdapat sedikit penindasan dalam hal tersebut.
Gue seringkali berpikir apa yang orang lain tidak pikirkan. Gue juga nggak tahu kenapa. Tapi, gue merasa aja jika hal ini tentu tidak baik.
Ketika KTSP sudah berjalan lama dan cukup baik, tiba-tiba muncul lagi kurikulum baru. Dan banyak buku paket baru yang harus dibeli. Padahal dahulu kita mendapat pinjaman dari dana bos untuk semua buku. Tapi sekarang hanya beberapa buku saja, karena beberapa buku lainnya tidak layak (dalam artian berbeda penjelasan karena perbedaan kurikulum). Setelah kurikulum 2013 pula, setiap tahunnya bahkan masih terbit buku pelajaran baru. Sehingga pembelajaran di sekolah menjadi tidak efektif.

Tuesday, August 22, 2017

Seribu Jalan Menuju Roma

Tuesday, August 22, 2017 0 Comments
Dear Diary and My Readers,
Okay, let me tell you about fail.
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, Kawan! Percayalah, Tuhan pasti memberikan rencana yang terbaik untukmu kita semua. Kutipan ini mungkin sudah sering kalian dengar, tapi tenang. Biar kalian nggak bosan dan gundah gulana seperti itu, saya nggak akan mengulang kalimat itu berulang kali. Saya hanya ingin mengulasnya dan berbagi motivasi dengan kalian (bukan dengan maksud menggurui atau apa).
Misal saja, jika salah seorang dari kalian telah mengikuti berbagai macam tes untuk mendaftar hingga lima perguruan tinggi atau lebih, tetapi kalian masih saja gagal. Apa yang akan kalian lakukan? Mengulang masa SMA lagi? Tentu itu tidak mungkin. Lantas bagaimana?
Kalau untuk kawan yang masih SMA sih nggak papa, belajar dengan giat, berlatih setiap hari agar memperoleh hasil yang maksimal. Tetapi, jika sudah berbicara tentang takdir atau faktor 'kebejoan', bisa jadi meski sudah belajar sungguh-sungguh tetap saja tidak diterima. (Naudzubillah). Lalu, apakah kalian akan menjadi pengangguran seumur hidup? Tentu saja itu pilihan yang bodoh.
Ada seorang kawan saya di sekolah yang berkata dia akan belajar dengan sungguh-sungguh agar lolos seleksi. Tetapi, setelah saya tanya bagaimana jika tidak lolos? Dia bersikeras untuk mengikuti les (bimbingan belajar) agar dia bisa mengikuti tes PTN (Perguruan Tinggi Negeri) pada tahun berikutnya. Tapi, bagaimana jika mereka yang keadaannya tidak begitu dalam hal materi? Tentu takkan bisa mengikuti bimbel dengan mudahnya minta pada orang tua atau dengan mudahnya membeli buku. Lantas bagaimana?
Hidup ini keras. Kita sebagai manusia ditempa untuk menjalani semua masalah. Berusaha dan berdoa merupakan pasangan yang sudah tak dapat dipisahkan dan harus dilaksanakan. Dengam bekerja, mungkin mereka bisa sedikit membantu beban orang tuanya. Dengan bekerja, dia akan mendapat uang yang lumayan dapat digunakan membeli buku dan keperluan lainnya demi menghadapi ujian depannya. Tetapi, ada beberapa orang yang tidak setuju jika dengan bekerja anak tersebut bisa terjamin kesuksesannya. Memang tidak menjamin sih, tapi menurut saya dengan bekerja bisa menjadikannya mandiri dan lebih tahu betapa kerasnya dunia luar. Mereka ya g sudah kuliah, belum tentu pernah merasakan bagaimana kerasnya dunia, susahnya mencari uang, dan susahnya membanggakan orang tua. Kita sebagai manusia harus berkaca diri, jangan jadikan diri kita sebagai orang yang congkak. Kita ini insan, bukan seekor sapi -Kata Fourtwnty. Maka, dengan adanya kegagalan bukan berarti kita jatuh. Kita masih bisa bangkit. Roda pasti berputar. Jangan sekalipun mengeluh, jika tidak diterima di sekolah favorit. Bercerminlah! Lihatlah mereka yang justru membanting tulang, bekerja demi masa depannya. Seribu jalan menuju Roma menanti kita di depan sana. Jangan sekalipun kita lalai dan patah semangat! Orang besar tidak harus dilihat dari title-nya. Mereka yang sukses tidak harus berlatarbelakang pendidikan yang optimal. Kalian yang sungguh-sungguh pasti bisa mengalahkan mereka.
Cukup sekian cerita saya kali ini, karena tugas Teks Sejarah Bahasa Indonesia masih menanti. Mohon maaf jika ada salah kata, jika ada salah satu dari kalian yang tidak sependapat. Sekali lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya. (Udah kayak pidato aja)
Okelah, see ya soon!

Ferly Arvidia,

Thursday, December 8, 2016

STUPID Tingkat CUPID

Thursday, December 08, 2016 0 Comments
Dear Diary,
        It was sooo long timee, I didn't tell you about my life. Just because I have no time to tell you. I'm so confused now. I'm so stressed out! I can't think better.
        Jadi gini, ceritanya panjang banget. Dan gue bingung mau mulai dari mana. Ini adalah semester ketiga aku duduk di bangku SMA. Dan lo tahu? Nilai gue selama ini turun terus, dan gue bingung. Gue stress. Gue pusing. Gue takut kalo ga bisa keterima SNMPTN besok. Aarrggghhh!!
        Dan masalah terbesarnya adalah... Gue semester 2 lalu, udah janji sama mama kalo gue harus masuk ranking 10 besar di kelas di semester ketiga ini. Tapi, kelihatannya bener-bener ngga mungkin. Nilai gue bener-bener turun. Selama satu semester ini, banyak banget kegiatan yang gue ikutin. Ngga cuma kegiatan di sekolah aja, tapi juga kegiatan di luar sekolah. Mulai dari kegiatan OSIS, PMR, jurnalistik, pelatihan menulis, band, OSN, theater, dan gue juga punya kerja sampingan. Dari situlah, gue sampe ngga ada waktu di rumah. Rumah itu serasa kayak hotel bagi gue. Cuma tempat tidur waktu malem. Soalnya, pagi sampe sore full kegiatan di sekolah. Ntar maghrib pulang, habis itu lanjut lagi latihan band / les. Sampe bosen ya gitu terus, duh parah gue ngga pernah belajar! Ntar kalo Minggu, mulai pagi sampe jam 4 sore ada pelatihan menulis, terus langsung lanjut bimbingan OSN sampe maghrib. Dan kegiatan-kegiatan lainnya full di hari efektif. Aku ngga bisa bagi waktu. Senin sampe Minggu jadwal gue udah padat. Belajar aja jarang-jarang. Ntar nyampe rumah juga udah capek, mesti keseringan tidur langsung. Gara-gara itu juga kamar gue sampe kayak kapal pecah(?) Mama gue selalu marah lihat keadaan gue yang buruk kayak gini. Dan betapa bodohnya gue, biarin mama gue yang kalo sekali marah itu sakitnya langsung kambuh. Iya, gue emang bodoh!!!
        Dan sekarang gue ngga tau harus ngapain lagi. Banyak mapel yang remidi sebenernya. PKN. MTK. FISIKA. Gitu masih berharap masuk 10 besar di kelas. Ngga mungkin Ya Tuhan....!!!
Tapi kalo gue ngga masuk 10 besar, TAMAT riwayat gue!!! Soalnya terakhir kali mama gue marah masalah nilai, kalo sampe nilai gue turun atau ngga masuk 10 besar, dengan terpaksa gue bakal dipindahin sekolah, dibatasi fasilitas, dan dikeluarkan dari beberapa organisasi (tercinta) gue... OH NOO!!! Tentu aja gue ngga mau hal itu terjadi. Tapi mau gimana lagi?!
        Gue bingung ngomongnya sama mama, sama ayah. Gue takut mereka kecewa (padahal ya udah pasti mereka kecewa, gue bodoh soalnya!). Gue ngga tau caranya, gimana gue bilang ke mereka, gimana gue jelasin ke mereka, gimana gue bikin alasan, gimana gue minta maaf, gimana gue cerita ke mereka, gimana caranya agar mereka tidak marah (ah, tentu tidak bisa!). Aku bingung!! Terlalu banyak tanda tanya yang hadir dalam otakku saat ini. Gue terlalu bodoh emang. Iya bodoh. Stupid tingkat cupid!!
        Ayolah... Bantu gue, ajarin gue gimana caranya biar mama sama ayah ngga marah lagi. Dan gimana cara bikin mereka bangga???!! Dan masalah terbesarnya, ntar kalo mama marah besar, penyakitnya bisa kambuh. Dan gue ngga mau hal itu terjadi, Ya Allah..... :-'( :-'( :-'(
AAARRRGGHHHH!!!!!
.
.
.
        Padahal gue waktu shalat juga udah curhat banyak sama Allah. Tapi, emang hasilnya gini-gini aja. Tangled. ROUWET. Udah gue banyakin berdoa juga. Padahal ini hasil juga hasil-hasilku sendiri. Murni. Asli. Tanpa contekan. Tapi gue ngerasa GAGAL. Meski gue tau, hampir semua temen sekelas pada ngga jujur. Tapi liat mereka hasilnya agak bagus gitu kan ya SAKITTTTTTTTnya ngga tertolongg!! Entah mengapa,
        Kadang gue berpikir, kenapa gue dilahirkan? Kenapa gue harus ada di dunia ini? Kenapa gue harus jadi manusia? Kenapa gue harus hidup kalo ngga berguna kayak gini? Kenapa? Kenapaaa??!!!

Thursday, January 28, 2016

Perbedaan Cewek dan Cowok di 2016

Thursday, January 28, 2016 0 Comments
Hi Guys!
Gimana nih kabarnya? Kali ini saya bakal posting tentang hal yang terbaru, perbedaan cewek dan cowok di tahun 2016. Ya, semua berawal dari perdebatan saya dengan seseorang tentang perbedaan cewek dan cowok, dari sanalah saya berniat membagikan infonya pada kalian.
Sebelumnya, kalian pasti pernah mendengar ungkapan ini, “Men are from Mars, Women are from Venus.”





Yup, benar sekali. Cewek dan cowok merupakan makhluk yang sangat berbeda. Perbedaannya tak hanya dari segi fisik, tetapi bisa dilihat juga dari cara pemikirannya, sifatnya, kebiasaannya, dan hampir semua yang mereka miliki sangat bertolak belakang. Perbedaan mereka begitu aneh bin ajaib, konyol, dan benar adanya. Tetapi, karena perbedaan itulah mereka bisa bersatu untuk saling melengkapi. Cielah..
Daripada penasaran, yuk kita lihat apa saja sih perbedaannya? Oh ya, aku ingatkan terlebih dahulu. Jangan sampe senyum-senyum sendiri loh, ntar dikira orgil (orang gila) lagi. Ups!

1. Cewek yang Gak Peka atau Cowok yang Gak Peka?

Sering kali cowok bilang cewek gak peka, dan juga sering kali cewek bilang kalo cowok tuh gak peka. Tapi, mana nih yang benar? Cewek atau cowok yang gak peka. Mari kita uraikan.
Sebelum masuk ke kata "Peka", biasanya sering kita dengar kata "Kode". Mungkin kalian banyak berpikiran jika cewek itu sukanya ngode(?) Jujur saja lah, gak papa kok. Sebenarnya itu bukan kode, itu hanya suatu hal yang mungkin sengaja dilakukan cewek untuk mengetahui si cowok peka atau tidak. Jangan disamakan dengan Pramuka yang penuh dengan kode dan sandi yang harus kalian pecahkan hingga menemukan jawabannya. Ribet kan, ya?/ Lalu, jika kaum Adam berkata bahwa kaum Hawa tidak peka itu juga kurang tepat. Kenapa? Karena sebenarnya cewek itu peka, bahkan sangat peka. Mereka punya intuisi atau feeling yang kuat. Hanya saja, mereka tidak ingin mengungkapkannya secara langsung. Mereka akan selalu menunggu kaum Adam untuk mengungkapkannya duluan, karena mereka ingin mengetahui siapakah yang benar-benar memprioritaskannya. Lantas, siapakah yang sebenarnya "Gak Peka", cewek atau cowok? Kalian pasti bisa menyimpulkan sendiri. :)

2. Cewek, Jangan Suka Bohongin Diri Sendiri yak!


Perbedaan kedua, cewek lebih suka bohongin dirinya sendiri. Tetapi, kenapa cowok masih tega bohongin ceweknya? Kan ya sakit.
Cewek kalo udah sayang dan nyaman pasti bakal susah move on-nya, bahkan mereka acap kali mendustai dirinya sendiri demi menjaga perasaan si cowok. Tetapi, tak jarang cowok yang memermainkan perasaannya. Cewek strong kok, Guys! Tenang aja.

3. Persahabatan Cewek dan Cowok



Setelah perbedaan dalam hal perasaan, terdapat juga perbedaan dalam persahabatan mereka loh. Cewek lebih suka memanggil sahabatnya dengan panggilan layaknya "Beb, Say, Sis, atau yang lainnya". Mereka suka berbasa-basi dengan mengutarakan ini itu. Tapi nyatanya, tak semua persahabatan mereka berjalan mulus. Sering kali mereka saling menusuk dari belakang. Wah, sakit tuh! Tapi ingat, gak semuanya kok. Masih ada yang baik, jadi tenang...
Sedangkan persahabatan cowok, mereka biasa saja. Lebih suka memanggil sahabatnya dengan panggilan yang blak-blakan dan kasar. Tapi jangan ditanya, persahabatan mereka begitu indah. Mereka tak terlalu memikirkan masalah-masalah sepele. Bayangkan saja jika cewek yang kena masalah sepele, pasti udah jadi masalah besar tuh. Belum lagi perdebatannya, wawasan cewek sangat luas. So, mereka sering kali menang jika berdebat dengan cowok. Karena, cowok kurang pintar dalam mengutarakan pendapat dan isi pikirannya.

4. Cowok memiliki selera humor tinggi, benarkah?


Cowok memang memiliki selera humor yang tinggi, mereka suka menghina temannya sendiri hanya sebagai lelucon. Berbeda dengan cewek, mereka sangat sensitif dan lebih berhati-hati, mereka memilih untuk tidak menyinggung perasaan temannya. Tapi buruknya, cewek lebih suka membicarakan temannya di belakang. Luarnya manis, dalamnya busuk. Sering kali seperti itu, tapi ingat. Gak semuanya kok! ;)

5. TERSERAH



Cewek kalo ditanya pasti sering menjawab "Terserah.". Kenapa ya?
Sedangkan cowok, ditanyain apa pasti jawabnya langsung straight to the point. Beda jauh sama cewek.
Nah, lantas apa alasan mengapa cewek selalu mengucapkan "Terserah."? Alasannya, karena mereka tidak ingin merepotkan si penanya. Intinya bertujuan agar si penanya tidak perlu merogoh kocek terlalu besar, jadi cewek selalu menjawab terserah.
Misalnya jika ditanya "Eh, mau makan dimana nih?", jawabannya pasti "Terserah."
"Eh, mau makan apa nih?" "Terserah."
"Eh, mau kemana nih?" "Terserah"
Dan begitu seterusnya...


Jadi... Intinya bagi kaum Adam harus lebih "PEKA". Oh ya, satu lagi amanat yang dapat kita ambil dari sini adalah bagi cewek maupun cowok jangan pernah menyia-nyiakan "dia" yang sedang ada dalam hidupmu, karena suatu saat kau akan menyesal jika "dia" sudah meninggalkanmu selamanya. Jagalah dia yang menyayangimu, jangan disia-siakan. Karena mencari seseorang yang benar-benar sayang sama kalian di 2016 ini susah, vroh. Ingat itu! xD
Wkwk, maafkan jika artikel ini berpihak pada cewek. Karena saya melihat dari sudut pandang cewek. Dan, jika terdapat ketidakbenaran, kesalahan, dan semacamnya dalam penulisan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Anggap saja sebagai lelucon
belaka. At the last of the words, I just wanna say thanks a lot.
Love yaa❤️
[Dikutip dari berbagai sumber]

Tuesday, November 17, 2015

Kehilangan

Tuesday, November 17, 2015 0 Comments
Dear diary,
Baru kali ini gue ngerasa bener-bener kehilangan. Kehilangan seseorang yang mungkin ga berarti bagi hidup gue, tapi gue rasa dia cukup berarti bagi gue hingga gue sangat ngerasa kehilangan dia. Sebenernya bebas aja sih dia keluar masuk kehidupan orang tanpa permisi, bahkan ucapan hello maupun goodbye. Dan gue, gue siapa? Gue ga berhak maksa dia untuk tinggal di kehidupanku. Tetapi, apakah dia sadar jika dia telah mencetak banyak kenangan dalam hidup gue. Dia udah membuat semua itu membekas dalam hidupku. Dan sekarang, dia pergi begitu saja?
Ah! Aku tak habis pikir. Mengapa ini semua terjadi padaku? Aku ingin meralat perkataanku tempo hari, bahwa ditinggal seseorang lalu melupakannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Aku tak seharusnya mengatakan itu, apa mungkin ini karma bagiku?
Aku sadar, semakin jauh seseorang itu pergi, semakin sering pula seseorang itu ada dalam pikiranku. Aku tak bisa, aku tak bisa melupakannya begitu saja. Aku tak bisa melewatkannya.
Jika memang dia bukan yang terbaik bagiku, let me forget him! Tapi, jika aku layak untuk mendapatkannya, let him come back to me. Please God..
Sometimes I feel so tired of waiting, but is there a chance for a person who never stop to waiting and dreaming?/
I hope everything I dream become true..
Love ya, xx

Monday, November 2, 2015

Putih Abu-abu, What is That?

Monday, November 02, 2015 0 Comments
SMA. Siapa yang ga tau masa SMA? Pasti semua orang di Indonesia tau, mungkin di antara kalian sudah pernah melewati masa ini, sedang menjalani, atau akan menjalani masa putih abu-abu ini. Masa peralihan menuju kedewasaan. Dimana kalian mulai mengenal teman yang benar-benar tulus juga teman yang cuma bisa ngomong di belakang. Masa dimana kalian bisa mengenal guru seakrab temen sendiri, dan mengemal guru sebagaimana ia adalah mimpi burukmu. Masa dimana kalian mengenal yang namanya gebetan / sepikan yang lo anggap sebagai penyemangat. Tapi gue sadar, sepikan cuma manis di bibir doang. Dan kalian harus hati-hati dengan sepikan macam ini. Jangan sampe elo down cuma gegara di PHP in! Meski doi menghilang, seiring berjalannya waktu Allah pasti bakal ngasih lo yang baru. Percaya deh. Masa putih abu-abu, masa dimana lo harus nyari guru kesana kemari untuk mendapatkan nilai, dan lo juga harus akrab sama guru tersebut kalo lo pengin dapet nilai plus tentunya. Sepik aja tuh guru, asyik-asyik aja kok ngecengin guru itu. Di masa ini juga, lo bakal ketemu sama manusia-manusia aneh bin ajaib yang berlagak bodoh, toidi, dan konyol. Mereka yang selalu bikin lo ketawa setiap hari di kala tugas-tugas bikin lo tertekan. So, jangan sampe pernah nyia-nyiain mereka. Dan di masa inilah, semua kerasnya hidup di mulai. Lo bakal menemukan hal-hal baru yangmenyenangkan atau justru nyakitin lo sendiri. Di masa ini, lo harus pandai-pandainya memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Jalani aja se-enjoy mungkin. Lo bisa nyalurin hobi sekedar untuk refreshing, tapi juga jangan melupakan tugas utama lo sebagai pelajar yang memiliki masa depan cerah. Tetap semangat belajar, dan semoga semua yang kita inginkan dapat terkabukan. Amiinn.. O:)
Mungkin ini sedikit ulasan tentang indahnya masa SMA. Sebagian orang gagal karena masa mudanya, so gunakan masa emas ini sebaik mungkin sampe elo berhasil dan ngga gagal.
SMA itu masa emas yang terlalu indah untuk dilewatkan.
Sekian, and love yaa~! xx
Ferly AA,

Wednesday, July 29, 2015

MOS Telah Berakhir !!

Wednesday, July 29, 2015 0 Comments
Dear readers,
Ciao!! Hari ini gw exited banget, hari ini hari terakhir Masa Orientasi Siswa. Yap, Putih Abu-abu t'lah datang menjemputku!! Selama tiga hari ini, banyak banget hal yang berkesan. Mulai dari papan nama yang disobek-sobek, dibentak, sampek nembak kakak senior kelas 12. Coba bayangkan?/ 
Menurutku sih, hari yang paling seru ya hari ini. Karena pada hari ini kakak-kakak senior bersikap cukup ramah pada kami siswa-siswa baru. Yah, meskipun hari ini juga bikin gw kesel. Setidaknya enjoy & fun lah!
Jadi ceritanya gini, tadi pagi waktu istirahat kan waktunya minta tanda tangan ke kakak senior, terutama yang pengurus inti. Waktu itu gw lihat kakak-kakak pengurus inti lagi nongkrong di salah satu sudut sekolah. Gw ngajakin temen-temen gw sekelas buat minta tanda tangan ke mereka. Tapi, temen-temen pada gak mau cuma karena malu + takut sama kakak senior. Ya, mau gimana lagi coba? Habis itu ada kakak senior kelas 11 lewat, "Kenapa gak minta tanda tangan langsung aja, Dek? Masa gak berani? Mereka gak gigit kok. Ah, ada Ferly. Ferly pasti berani, udah Dek sanaa.."
Akhirnya gw pun menghampiri kakak-kakak senior kelas 12 yang wajahnya cakep-cakep itu, parahnya gw di depan sendiri. Temen gw yang nemenin cuma dua anak di belakang lagi, mereka sungguh tega padaku. :"
Akhirnyaa.. Gw pun bersuara, "Permisi Kakak, kami mau minta tanda tangan."
"Tanda tangannya siapa, Dek?"
"Tanda tangannya Kakak Ketua Umum." Ya, itu tujuan utamanya. Minta tanda tangan sama kakak ketua. Gak sadar, ternyata di belakang gw udah banyak anak-anak kelas 10 berkumpul, hampir semuanya lah. Mereka cuma ikutan, lah gw di depan sendiri yang bicara sama kakak senior. Kan ya sakett, jlebb T-T
"Ketua umumnya namanya siapa, Dek?"
"Kak Asdfghjkl, Kak."
"Yang mana orangnya?"
"Itu Kak." 
"Eitss.. Enak banget cuma minta tanda tangan. Ada syaratnya, Dek!"
"Syaratnya apa, Kak?"
"Salah satu atau dua orang di antara kalian harus nembak salah satu kakak yang ada disini. Nanti kalian semua baru bisa dapet tanda tangan kami." Lalu, tiba-tiba kakak yang lain nambahin, "Jangan Kak, terlalu gampang. Gini aja, untuk 5 orang pertama yang berani nembak bisa dapet tanda tangan kita. Lengkap. Gimana, setuju gak?!"
"Tapi, Kak.."
"Itu konsekuensinya, Dek. Kalo kamu mau ya silakan. Enak lho Dek, dapet tanda tangan lengkap.. Ayo, udah. Waktunya mepet lho, cepetan! Siapa yang mau kamu tembak?"
"Okelah, s..ssaaya mau nembak kakak Qwertyuiop." Duh, ini terpaksa. Soalnya tugas surat cintanya gw tujukan sama kakak itu, alhasil ya gw milih kakak itu deh.-.
"Oke, gandeng kakaknya ke tengah sana Dek! Biar semuanya bisa lihat." Sungkan banget gw waktu udah kek gini, tapi ya mau gimana lagi. Demi tanda tangan. Berjuanglah sedikit, meskipun sebenernya gw malu minta ampun.. Akhinya, gw gandeng kakak itu deh ke tengah.
"Pemisi ya, Kak. Maaf.." gw ngomongnya sambil nunduk pasang muka melas, dan kakaknya cuma seyum aja. Dan eng ing eng... Udah di hadapan ratusan siswa, gw di tengah sama kakak itu jadi pusat perhatian, sampe difoto-foto juga sama kakak-kakak dokumentasi. Gw waktu itu cuma diem aja, gw gak tau apa yang harus gw lakuin. Wajah gw makin merah dan udah deg deg-an, gw kan masi polos soalnya :))

*soundtrack on*
This ain't a movie that I wanna see
A tragic story, starring you and me
Yell "cut", we're stuck inside this scene
This is heartache on the big screen
The clock is ticking, and I'm out of time
The camera's rolling, and I forgot my lines
My script is ripped and now I see
This is heartache on the big screen
(5 Seconds of Summer - Heartache On The Big Screen)

Akhirnya, terlintas dalam pikiran tentang kata-kata di surat yang gw tulis. Gw pun bicara sama kakak dengan kata-kata yang ada di surat. Bicara sambil ngeja + gagap-gagap dikit. Kliatan toidi banget gw waktu itu, geblek! Intinya ini yang gw katakan, "Saya tahu, saya hanya junior kelas 10 yang mungkin tak berarti di mata kakak. Tetapi, saya hanya ingin kakak tahu bahwa saya bukan jatuh cinta, saya jatuh hati. Saya tahu, saya tak pantas tuk memiliki kakak. Namun, bolehkah saya untuk selalu berada di dekat kakak?"
Dan kakaknya jawab, "Kalau memang itu yang terbaik bagimu, mengapa tidak?" Ucapannya halus, masih terngiang di pikiranku sampe sekarang, duh. Senyumannya juga tulus. Hanya saja satu hal yang bikin gw down. Yaitu kakak itu tingginya setiang listrik /ya maklum lah, anak paskib, Co. Sie KBB lagi. Gak kaget/ Tapi, masalahnya gw itu pendek, cuma 155 cm, dan gw cuma sepundaknya atau bahkan leih pendek dari itu. Jadi, ya nggak pantes banget. Serasa kakak sama adek jadinya. 
And then.. Gw dapet tanda tangan kakak-kakak senior pengurus inti, lengkap. Yeayy!! Perjuangan gak sia-sia.
Habis itu, kami kelas 10 menuju aula untuk penyuluhan kesehatan. Sebenarnya waktu itu jadwalnya adalah PBB, tapi pelatihnya berhalangan hadir. Alhasil, kami mengikuti penyuluhan. Setelah itu, kami mengikuti outbond bersama kakak-kakak Pramuka. Seru sih, ngangkat-ngangkat temen pake tongkat bambu gitu. Sama persis kek waktu outbond English Day sama JFF di Alun-alun April lalu. Setelah itu, kami makan siang dan shalat. Masih seperti biasa, makan siang dengan cara duduk tegap dan sopan, table manner gitu. Untungnya hari ini gak ada keamanan, setelah shalat langsung dilanjutkan apel penutupan, dan... PENSI!! Yeayy!!
Seneng banget gw, secara kan udah resmi jadi anak Putih Abu-abu. Terus Pensi, gw tampil nyanyi + baca puisi. Tapi, ya gitu. Amburadul..! Tapi, tak apalah. Meskipun, X-4 gak menang, yang penting kan happy! Hitz Four tetap yang terbaik! Dan, gak terasa besok udah pengumuman penjurusan. Bakal berpisah sama temen-temen Hitz Four nih, huhu :" Semoga aja gw masuk kelas MIA. Amiinn ya rabb..
Sebelum berakhir tulisan gw ini, yuk yel-yel dulu yaa!! Pake nada lagu "Love Me Like You Do"

Oh hitz four, is the best
We are one and the best four
Terkompak, terlucu, ter-perfect di SMA 2
Kita semua bersenang-senang. Senang..
Hitz four is the best, hitz for is the perfectly
Hitz four is the best, hitz for is the perfectly
Hitz four is the best, hitz for is the perfectly
Smada pasti jaya!

Sekian, dan terima kasih!!

Siapa kalian?!
Kami siswa Smada calon pemimpin bangsa!!

Friday, July 3, 2015

Happy 12th Birthday GagasMedia!

Friday, July 03, 2015 1 Comments
Okay, previously let me introduce myself. Hello, I'm Ferly Arvidia Anindita. A senior high school student at Bojonegoro, Jawa Timur. I'm just a little girl who loves reading, music, and writing so much! And I am participating GagasMedia 12th birthday. Happy 12th birthday GagasMedia!! #TerusBergegas




Dalam rangka memperingati ulang tahun GagasMedia yang ke-12, GagasMedia berbagi kado untuk para blogger, dengan cara menjawab dua belas pertanyaan dari GagasMedia. Beberapa menit lalu, aku menemukan status GagasMedia tentang "Kado Untuk Blogger", dan aku langsung tertarik untuk mengikutinya. Okay, wish me luck! 😇
And here are my answers!!

Questions :
  1.         Sebutkan 12 Judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
  2.         Buku apa yang pernah membuat kamu menangis, kenapa?
  3.         Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
  4.         Siapakah tokoh dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok menjadi pasangannya.
  5.         Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak kamu lupakan!
  6.         Buku pertama GagasMedia yang kamu baca dan kenapa kamu memilih itu?
  7.         Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
  8.         Sekarang lihat rak bukumu.. cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
  9.         Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
  10.         Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
  11.         Lebih suka baca e-book atau buku cetak?
  12.         Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!


Answers :
  1. 12 buku yang paling berkesan setelah aku baca, ini urutannya :
1.      Happily Ever After by Winna Efendi
2.      Let Go by Windhi Puspitadewi
3.      Refrain by Winna Efendi
4.      7 Misi Rahasia Sophie by Aditya Yudis
5.      8.. 9.. 10.. Udah Belom?! by Laurentia Dermawan
6.      Pura-Pura Cinta by Kezia Nadira
7.      Dance For Two by Tyas Effendi
8.      Cotton Candy Love by Priscila Stevanni
9.      Kynigos by Yoana Dianika
10.  Perahu Kertas by Dee
11.  In A Blue Moon by Ilana Tan
12.  Cinta Brontosaurus by Raditya Dika
2.      Buku yang pernah membuatku menangis adalah “7 Misi Rahasia Sophie”. Jujur aja sih, setiap novel yang pemerannya ada yang meninggal di ending-nya, pasti aku nangis. Tapi, novel “7 Misi Rahasia Sophie” bener-bener bikin aku nangis karena pemeran utamanya, Sophie meninggal, dan yang bikin aku sedih lagi ternyata semua misi rahasia Sophie itu untuk mengubah sifat-sifat Marko yang jelek. Sophie sangat peduli dengan sahabatnya itu, tapi tak disangka Sophie malah meninggal karena penyakit berbahaya yang menggerogotinya. Apalagi waktu novel ini difilm-kan, waktu nonton film-nya malah gak berhenti nangis. :”
3.      Quote yang paling aku ingat, dan sangat menginspirasi adalah quote dari novel Happily Ever After. Ini quote-nya :
Nggak semua cerita punya akhir yang bahagia. Begitu pula hidup. Bahkan, sering kali hidup punya kejutan tersendiri.” –Winna Efendi, Happily Ever After
Hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Karenanya, kita perlu melakukan kewajiban kita untuk menjalaninya sebaik mungkin.”  –Winna Efendi, Happily Ever After
4.      Tokoh yang ingin aku pacari? Ehm, menurutku tokoh Marko di novel 7 Misi Rahasia Sophie. Meskipun Marko terlihat cuek, dan menyebalkan. Tapi, sebenarnya Marko sayang, dan peduli sama Sophie. Buktinya Marko mau nganterin, dan nurutin hampir semua permintaan Sophie. Marko sebenarnya juga menaruh hati pada Sophie, meskipun Sophie tak akan pernah tahu, cinta Marko ke Sophie sangat tulus. Selain itu, Marko adalah tipe cowok yang humoris. Yang jelas tokoh Marko adalah sosok yang bisa membuatku terpesona, dan terkagum-kagum. Hehee xD.
5.      Ending novel yang paling berkesan dan gak bakal aku lupakan adalah ending dari novel Refrain. Bertahun-tahun Niki berpisah dengan Nata, karena Nata harus melanjutkan sekolah musiknya di luar negeri. Hingga Niki sudah menjadi seorang guru di sekolah dasar. Tak disangka, mereka dipertemukan kembali dengan perasaan yang sama. Perasaan yang mereka kembangkan sejak mereka seumur jagung.
6.       Jujur aja sih, aku mulai baca novel itu baru tahun 2012-an. Jadi, belum banyak novel yang pernah kubaca. Nah, novel GagasMedia yang pertama kali aku baca itu novel Refrain dari Kak Winna. Kenapa memilih itu? Pertama kali waktu beli buku, pasti yang aku lihat adalah covernya. Begitu lihat cover Refrain yang gambarnya amplop biru gitu udah tertarik. Karena covernya simple banget, dan aku suka simple. Kedua, aku baca sinopsisnya, dan aku juga langsung tertarik waktu baca sinopsisnya. Perfect banget, akhirnya langsung beli deh.
7.      Judul buku yang paling menarik dari semua buku yang aku beli adalah judul “Happily Ever After”. Kenapa? Karena “Happily Ever After” adalah kalimat yang biasa diucapkan di akhir dongeng-dongeng bahasa inggris, berhubung aku pecinta dongeng akhirnya ya langsung tertarik gitu. Waktu mau beli, juga sempat debat sama temen perkara judulnya yang inilah yang itulah. Yang katanya mirip judul lagu juga, entahlah.
8.      Cover yang paling menarik, menurutku cover novel “Happily Ever After”. Lagi-lagi novel ini, kenapa? Ya, karena aku rasa semua novel karangan Kak Winna Efendi itu perfect banget. Cover dari novel “Happily Ever After” itu simple banget, dan bikin orang yang lihat itu penasaran. Menurutku, cover novel yang bagus itu yang ada ilustrasi bergambarnya.
9.      Tema yang paling aku suka itu adalah literature, jadi cerita yang mungkin terjadi pada kehidupan nyata, dan dibumbui dengan sedikit percintaan, sahabat, atau lainnya. Cerita seperti itu bisa membawa kita untuk membayangkan apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan sang tokoh. Lalu, kita juga bisa mendapat pengalaman baru dari kehidupan sang tokoh.
10.  Penulis yang paling ingin aku temui adalah Kak Winna Efendi sama Bang Raditya Dika. Aku terinspirasi dari kata-kata Kak Winna yang sangat menyentuh pembacanya, juga sangat mudah diserap. Seakan-akan tulisan Kak Winna bisa menghipnotis pembacanya. Dan, aku juga ingin belajar bagaimana cara menulis kalimat-kalimat seperti itu. Lalu, mengapa aku ingin bertemu Bang Radit? Karena aku suka banget sama kalimat-kalimatnya yang begitu humoris, obat galau banget pokoknya. Lalu, pengalaman-pengalaman lucunya yang dishare di twitter juga kocak banget, apalagi video-videonya yang di youtube. Yang jelas Bang Radit itu bikin perut jadi kaku karena kebanyakan ketawa, hehee.
11.  Kalau aku sih lebih ke buku cetak ya. Buku cetak itu lebih mudah dipahami isi tulisannya, karena bisa diberi garis kalau ada yang kurang paham. Benr sih kalau e-book itu menghemat kertas, tapi kalau kelamaan baca di depan layar itu bisa membuat mata jadi kering, merah, terus berair. Daripada merusak mata, mending baca di buku meskipun buku itu lebih berat dari gadget. But, e-book is good too.
12.  Semakin jaya, dan sukses selalu dalam menerbitkan karya-karya penulis profesional Indonesia!
Terima kasih untuk GagasMedia yang telah mengadakan event ini, and I hope I’ll be lucky for get the special gifts from GagasMedia. Amiinn.. Thanks a lot GagasMedia!! 😊