Tuesday, November 17, 2015

Kehilangan

Tuesday, November 17, 2015 0 Comments
Dear diary,
Baru kali ini gue ngerasa bener-bener kehilangan. Kehilangan seseorang yang mungkin ga berarti bagi hidup gue, tapi gue rasa dia cukup berarti bagi gue hingga gue sangat ngerasa kehilangan dia. Sebenernya bebas aja sih dia keluar masuk kehidupan orang tanpa permisi, bahkan ucapan hello maupun goodbye. Dan gue, gue siapa? Gue ga berhak maksa dia untuk tinggal di kehidupanku. Tetapi, apakah dia sadar jika dia telah mencetak banyak kenangan dalam hidup gue. Dia udah membuat semua itu membekas dalam hidupku. Dan sekarang, dia pergi begitu saja?
Ah! Aku tak habis pikir. Mengapa ini semua terjadi padaku? Aku ingin meralat perkataanku tempo hari, bahwa ditinggal seseorang lalu melupakannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Aku tak seharusnya mengatakan itu, apa mungkin ini karma bagiku?
Aku sadar, semakin jauh seseorang itu pergi, semakin sering pula seseorang itu ada dalam pikiranku. Aku tak bisa, aku tak bisa melupakannya begitu saja. Aku tak bisa melewatkannya.
Jika memang dia bukan yang terbaik bagiku, let me forget him! Tapi, jika aku layak untuk mendapatkannya, let him come back to me. Please God..
Sometimes I feel so tired of waiting, but is there a chance for a person who never stop to waiting and dreaming?/
I hope everything I dream become true..
Love ya, xx

Monday, November 2, 2015

Putih Abu-abu, What is That?

Monday, November 02, 2015 0 Comments
SMA. Siapa yang ga tau masa SMA? Pasti semua orang di Indonesia tau, mungkin di antara kalian sudah pernah melewati masa ini, sedang menjalani, atau akan menjalani masa putih abu-abu ini. Masa peralihan menuju kedewasaan. Dimana kalian mulai mengenal teman yang benar-benar tulus juga teman yang cuma bisa ngomong di belakang. Masa dimana kalian bisa mengenal guru seakrab temen sendiri, dan mengemal guru sebagaimana ia adalah mimpi burukmu. Masa dimana kalian mengenal yang namanya gebetan / sepikan yang lo anggap sebagai penyemangat. Tapi gue sadar, sepikan cuma manis di bibir doang. Dan kalian harus hati-hati dengan sepikan macam ini. Jangan sampe elo down cuma gegara di PHP in! Meski doi menghilang, seiring berjalannya waktu Allah pasti bakal ngasih lo yang baru. Percaya deh. Masa putih abu-abu, masa dimana lo harus nyari guru kesana kemari untuk mendapatkan nilai, dan lo juga harus akrab sama guru tersebut kalo lo pengin dapet nilai plus tentunya. Sepik aja tuh guru, asyik-asyik aja kok ngecengin guru itu. Di masa ini juga, lo bakal ketemu sama manusia-manusia aneh bin ajaib yang berlagak bodoh, toidi, dan konyol. Mereka yang selalu bikin lo ketawa setiap hari di kala tugas-tugas bikin lo tertekan. So, jangan sampe pernah nyia-nyiain mereka. Dan di masa inilah, semua kerasnya hidup di mulai. Lo bakal menemukan hal-hal baru yangmenyenangkan atau justru nyakitin lo sendiri. Di masa ini, lo harus pandai-pandainya memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Jalani aja se-enjoy mungkin. Lo bisa nyalurin hobi sekedar untuk refreshing, tapi juga jangan melupakan tugas utama lo sebagai pelajar yang memiliki masa depan cerah. Tetap semangat belajar, dan semoga semua yang kita inginkan dapat terkabukan. Amiinn.. O:)
Mungkin ini sedikit ulasan tentang indahnya masa SMA. Sebagian orang gagal karena masa mudanya, so gunakan masa emas ini sebaik mungkin sampe elo berhasil dan ngga gagal.
SMA itu masa emas yang terlalu indah untuk dilewatkan.
Sekian, and love yaa~! xx
Ferly AA,

Wednesday, July 29, 2015

MOS Telah Berakhir !!

Wednesday, July 29, 2015 0 Comments
Dear readers,
Ciao!! Hari ini gw exited banget, hari ini hari terakhir Masa Orientasi Siswa. Yap, Putih Abu-abu t'lah datang menjemputku!! Selama tiga hari ini, banyak banget hal yang berkesan. Mulai dari papan nama yang disobek-sobek, dibentak, sampek nembak kakak senior kelas 12. Coba bayangkan?/ 
Menurutku sih, hari yang paling seru ya hari ini. Karena pada hari ini kakak-kakak senior bersikap cukup ramah pada kami siswa-siswa baru. Yah, meskipun hari ini juga bikin gw kesel. Setidaknya enjoy & fun lah!
Jadi ceritanya gini, tadi pagi waktu istirahat kan waktunya minta tanda tangan ke kakak senior, terutama yang pengurus inti. Waktu itu gw lihat kakak-kakak pengurus inti lagi nongkrong di salah satu sudut sekolah. Gw ngajakin temen-temen gw sekelas buat minta tanda tangan ke mereka. Tapi, temen-temen pada gak mau cuma karena malu + takut sama kakak senior. Ya, mau gimana lagi coba? Habis itu ada kakak senior kelas 11 lewat, "Kenapa gak minta tanda tangan langsung aja, Dek? Masa gak berani? Mereka gak gigit kok. Ah, ada Ferly. Ferly pasti berani, udah Dek sanaa.."
Akhirnya gw pun menghampiri kakak-kakak senior kelas 12 yang wajahnya cakep-cakep itu, parahnya gw di depan sendiri. Temen gw yang nemenin cuma dua anak di belakang lagi, mereka sungguh tega padaku. :"
Akhirnyaa.. Gw pun bersuara, "Permisi Kakak, kami mau minta tanda tangan."
"Tanda tangannya siapa, Dek?"
"Tanda tangannya Kakak Ketua Umum." Ya, itu tujuan utamanya. Minta tanda tangan sama kakak ketua. Gak sadar, ternyata di belakang gw udah banyak anak-anak kelas 10 berkumpul, hampir semuanya lah. Mereka cuma ikutan, lah gw di depan sendiri yang bicara sama kakak senior. Kan ya sakett, jlebb T-T
"Ketua umumnya namanya siapa, Dek?"
"Kak Asdfghjkl, Kak."
"Yang mana orangnya?"
"Itu Kak." 
"Eitss.. Enak banget cuma minta tanda tangan. Ada syaratnya, Dek!"
"Syaratnya apa, Kak?"
"Salah satu atau dua orang di antara kalian harus nembak salah satu kakak yang ada disini. Nanti kalian semua baru bisa dapet tanda tangan kami." Lalu, tiba-tiba kakak yang lain nambahin, "Jangan Kak, terlalu gampang. Gini aja, untuk 5 orang pertama yang berani nembak bisa dapet tanda tangan kita. Lengkap. Gimana, setuju gak?!"
"Tapi, Kak.."
"Itu konsekuensinya, Dek. Kalo kamu mau ya silakan. Enak lho Dek, dapet tanda tangan lengkap.. Ayo, udah. Waktunya mepet lho, cepetan! Siapa yang mau kamu tembak?"
"Okelah, s..ssaaya mau nembak kakak Qwertyuiop." Duh, ini terpaksa. Soalnya tugas surat cintanya gw tujukan sama kakak itu, alhasil ya gw milih kakak itu deh.-.
"Oke, gandeng kakaknya ke tengah sana Dek! Biar semuanya bisa lihat." Sungkan banget gw waktu udah kek gini, tapi ya mau gimana lagi. Demi tanda tangan. Berjuanglah sedikit, meskipun sebenernya gw malu minta ampun.. Akhinya, gw gandeng kakak itu deh ke tengah.
"Pemisi ya, Kak. Maaf.." gw ngomongnya sambil nunduk pasang muka melas, dan kakaknya cuma seyum aja. Dan eng ing eng... Udah di hadapan ratusan siswa, gw di tengah sama kakak itu jadi pusat perhatian, sampe difoto-foto juga sama kakak-kakak dokumentasi. Gw waktu itu cuma diem aja, gw gak tau apa yang harus gw lakuin. Wajah gw makin merah dan udah deg deg-an, gw kan masi polos soalnya :))

*soundtrack on*
This ain't a movie that I wanna see
A tragic story, starring you and me
Yell "cut", we're stuck inside this scene
This is heartache on the big screen
The clock is ticking, and I'm out of time
The camera's rolling, and I forgot my lines
My script is ripped and now I see
This is heartache on the big screen
(5 Seconds of Summer - Heartache On The Big Screen)

Akhirnya, terlintas dalam pikiran tentang kata-kata di surat yang gw tulis. Gw pun bicara sama kakak dengan kata-kata yang ada di surat. Bicara sambil ngeja + gagap-gagap dikit. Kliatan toidi banget gw waktu itu, geblek! Intinya ini yang gw katakan, "Saya tahu, saya hanya junior kelas 10 yang mungkin tak berarti di mata kakak. Tetapi, saya hanya ingin kakak tahu bahwa saya bukan jatuh cinta, saya jatuh hati. Saya tahu, saya tak pantas tuk memiliki kakak. Namun, bolehkah saya untuk selalu berada di dekat kakak?"
Dan kakaknya jawab, "Kalau memang itu yang terbaik bagimu, mengapa tidak?" Ucapannya halus, masih terngiang di pikiranku sampe sekarang, duh. Senyumannya juga tulus. Hanya saja satu hal yang bikin gw down. Yaitu kakak itu tingginya setiang listrik /ya maklum lah, anak paskib, Co. Sie KBB lagi. Gak kaget/ Tapi, masalahnya gw itu pendek, cuma 155 cm, dan gw cuma sepundaknya atau bahkan leih pendek dari itu. Jadi, ya nggak pantes banget. Serasa kakak sama adek jadinya. 
And then.. Gw dapet tanda tangan kakak-kakak senior pengurus inti, lengkap. Yeayy!! Perjuangan gak sia-sia.
Habis itu, kami kelas 10 menuju aula untuk penyuluhan kesehatan. Sebenarnya waktu itu jadwalnya adalah PBB, tapi pelatihnya berhalangan hadir. Alhasil, kami mengikuti penyuluhan. Setelah itu, kami mengikuti outbond bersama kakak-kakak Pramuka. Seru sih, ngangkat-ngangkat temen pake tongkat bambu gitu. Sama persis kek waktu outbond English Day sama JFF di Alun-alun April lalu. Setelah itu, kami makan siang dan shalat. Masih seperti biasa, makan siang dengan cara duduk tegap dan sopan, table manner gitu. Untungnya hari ini gak ada keamanan, setelah shalat langsung dilanjutkan apel penutupan, dan... PENSI!! Yeayy!!
Seneng banget gw, secara kan udah resmi jadi anak Putih Abu-abu. Terus Pensi, gw tampil nyanyi + baca puisi. Tapi, ya gitu. Amburadul..! Tapi, tak apalah. Meskipun, X-4 gak menang, yang penting kan happy! Hitz Four tetap yang terbaik! Dan, gak terasa besok udah pengumuman penjurusan. Bakal berpisah sama temen-temen Hitz Four nih, huhu :" Semoga aja gw masuk kelas MIA. Amiinn ya rabb..
Sebelum berakhir tulisan gw ini, yuk yel-yel dulu yaa!! Pake nada lagu "Love Me Like You Do"

Oh hitz four, is the best
We are one and the best four
Terkompak, terlucu, ter-perfect di SMA 2
Kita semua bersenang-senang. Senang..
Hitz four is the best, hitz for is the perfectly
Hitz four is the best, hitz for is the perfectly
Hitz four is the best, hitz for is the perfectly
Smada pasti jaya!

Sekian, dan terima kasih!!

Siapa kalian?!
Kami siswa Smada calon pemimpin bangsa!!

Friday, July 3, 2015

Happy 12th Birthday GagasMedia!

Friday, July 03, 2015 1 Comments
Okay, previously let me introduce myself. Hello, I'm Ferly Arvidia Anindita. A senior high school student at Bojonegoro, Jawa Timur. I'm just a little girl who loves reading, music, and writing so much! And I am participating GagasMedia 12th birthday. Happy 12th birthday GagasMedia!! #TerusBergegas




Dalam rangka memperingati ulang tahun GagasMedia yang ke-12, GagasMedia berbagi kado untuk para blogger, dengan cara menjawab dua belas pertanyaan dari GagasMedia. Beberapa menit lalu, aku menemukan status GagasMedia tentang "Kado Untuk Blogger", dan aku langsung tertarik untuk mengikutinya. Okay, wish me luck! 😇
And here are my answers!!

Questions :
  1.         Sebutkan 12 Judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
  2.         Buku apa yang pernah membuat kamu menangis, kenapa?
  3.         Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
  4.         Siapakah tokoh dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok menjadi pasangannya.
  5.         Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak kamu lupakan!
  6.         Buku pertama GagasMedia yang kamu baca dan kenapa kamu memilih itu?
  7.         Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
  8.         Sekarang lihat rak bukumu.. cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
  9.         Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
  10.         Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
  11.         Lebih suka baca e-book atau buku cetak?
  12.         Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!


Answers :
  1. 12 buku yang paling berkesan setelah aku baca, ini urutannya :
1.      Happily Ever After by Winna Efendi
2.      Let Go by Windhi Puspitadewi
3.      Refrain by Winna Efendi
4.      7 Misi Rahasia Sophie by Aditya Yudis
5.      8.. 9.. 10.. Udah Belom?! by Laurentia Dermawan
6.      Pura-Pura Cinta by Kezia Nadira
7.      Dance For Two by Tyas Effendi
8.      Cotton Candy Love by Priscila Stevanni
9.      Kynigos by Yoana Dianika
10.  Perahu Kertas by Dee
11.  In A Blue Moon by Ilana Tan
12.  Cinta Brontosaurus by Raditya Dika
2.      Buku yang pernah membuatku menangis adalah “7 Misi Rahasia Sophie”. Jujur aja sih, setiap novel yang pemerannya ada yang meninggal di ending-nya, pasti aku nangis. Tapi, novel “7 Misi Rahasia Sophie” bener-bener bikin aku nangis karena pemeran utamanya, Sophie meninggal, dan yang bikin aku sedih lagi ternyata semua misi rahasia Sophie itu untuk mengubah sifat-sifat Marko yang jelek. Sophie sangat peduli dengan sahabatnya itu, tapi tak disangka Sophie malah meninggal karena penyakit berbahaya yang menggerogotinya. Apalagi waktu novel ini difilm-kan, waktu nonton film-nya malah gak berhenti nangis. :”
3.      Quote yang paling aku ingat, dan sangat menginspirasi adalah quote dari novel Happily Ever After. Ini quote-nya :
Nggak semua cerita punya akhir yang bahagia. Begitu pula hidup. Bahkan, sering kali hidup punya kejutan tersendiri.” –Winna Efendi, Happily Ever After
Hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Karenanya, kita perlu melakukan kewajiban kita untuk menjalaninya sebaik mungkin.”  –Winna Efendi, Happily Ever After
4.      Tokoh yang ingin aku pacari? Ehm, menurutku tokoh Marko di novel 7 Misi Rahasia Sophie. Meskipun Marko terlihat cuek, dan menyebalkan. Tapi, sebenarnya Marko sayang, dan peduli sama Sophie. Buktinya Marko mau nganterin, dan nurutin hampir semua permintaan Sophie. Marko sebenarnya juga menaruh hati pada Sophie, meskipun Sophie tak akan pernah tahu, cinta Marko ke Sophie sangat tulus. Selain itu, Marko adalah tipe cowok yang humoris. Yang jelas tokoh Marko adalah sosok yang bisa membuatku terpesona, dan terkagum-kagum. Hehee xD.
5.      Ending novel yang paling berkesan dan gak bakal aku lupakan adalah ending dari novel Refrain. Bertahun-tahun Niki berpisah dengan Nata, karena Nata harus melanjutkan sekolah musiknya di luar negeri. Hingga Niki sudah menjadi seorang guru di sekolah dasar. Tak disangka, mereka dipertemukan kembali dengan perasaan yang sama. Perasaan yang mereka kembangkan sejak mereka seumur jagung.
6.       Jujur aja sih, aku mulai baca novel itu baru tahun 2012-an. Jadi, belum banyak novel yang pernah kubaca. Nah, novel GagasMedia yang pertama kali aku baca itu novel Refrain dari Kak Winna. Kenapa memilih itu? Pertama kali waktu beli buku, pasti yang aku lihat adalah covernya. Begitu lihat cover Refrain yang gambarnya amplop biru gitu udah tertarik. Karena covernya simple banget, dan aku suka simple. Kedua, aku baca sinopsisnya, dan aku juga langsung tertarik waktu baca sinopsisnya. Perfect banget, akhirnya langsung beli deh.
7.      Judul buku yang paling menarik dari semua buku yang aku beli adalah judul “Happily Ever After”. Kenapa? Karena “Happily Ever After” adalah kalimat yang biasa diucapkan di akhir dongeng-dongeng bahasa inggris, berhubung aku pecinta dongeng akhirnya ya langsung tertarik gitu. Waktu mau beli, juga sempat debat sama temen perkara judulnya yang inilah yang itulah. Yang katanya mirip judul lagu juga, entahlah.
8.      Cover yang paling menarik, menurutku cover novel “Happily Ever After”. Lagi-lagi novel ini, kenapa? Ya, karena aku rasa semua novel karangan Kak Winna Efendi itu perfect banget. Cover dari novel “Happily Ever After” itu simple banget, dan bikin orang yang lihat itu penasaran. Menurutku, cover novel yang bagus itu yang ada ilustrasi bergambarnya.
9.      Tema yang paling aku suka itu adalah literature, jadi cerita yang mungkin terjadi pada kehidupan nyata, dan dibumbui dengan sedikit percintaan, sahabat, atau lainnya. Cerita seperti itu bisa membawa kita untuk membayangkan apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan sang tokoh. Lalu, kita juga bisa mendapat pengalaman baru dari kehidupan sang tokoh.
10.  Penulis yang paling ingin aku temui adalah Kak Winna Efendi sama Bang Raditya Dika. Aku terinspirasi dari kata-kata Kak Winna yang sangat menyentuh pembacanya, juga sangat mudah diserap. Seakan-akan tulisan Kak Winna bisa menghipnotis pembacanya. Dan, aku juga ingin belajar bagaimana cara menulis kalimat-kalimat seperti itu. Lalu, mengapa aku ingin bertemu Bang Radit? Karena aku suka banget sama kalimat-kalimatnya yang begitu humoris, obat galau banget pokoknya. Lalu, pengalaman-pengalaman lucunya yang dishare di twitter juga kocak banget, apalagi video-videonya yang di youtube. Yang jelas Bang Radit itu bikin perut jadi kaku karena kebanyakan ketawa, hehee.
11.  Kalau aku sih lebih ke buku cetak ya. Buku cetak itu lebih mudah dipahami isi tulisannya, karena bisa diberi garis kalau ada yang kurang paham. Benr sih kalau e-book itu menghemat kertas, tapi kalau kelamaan baca di depan layar itu bisa membuat mata jadi kering, merah, terus berair. Daripada merusak mata, mending baca di buku meskipun buku itu lebih berat dari gadget. But, e-book is good too.
12.  Semakin jaya, dan sukses selalu dalam menerbitkan karya-karya penulis profesional Indonesia!
Terima kasih untuk GagasMedia yang telah mengadakan event ini, and I hope I’ll be lucky for get the special gifts from GagasMedia. Amiinn.. Thanks a lot GagasMedia!! 😊

Wednesday, June 17, 2015

Waiting Pascal’s Law in Big Ben

Wednesday, June 17, 2015 0 Comments
            Udara pagi ini segar sekali, aku sangat menyukainya. Bunga-bunga bermekaran di setiap tempat, warna-warnanya yang mencolok menjadikan hidup ini lebih berwarna. Ya, saat ini adalah pertengahan musim semi di London, saat yang paling istimewa bagi turis asing yang berlibur di London. Tak kusangka, ternyata hari ini adalah hari ulang tahunku ke tujuh belas, tanggal 17 Maret 2015 tepatnya. Aku segera berganti pakaian dan buru-buru menuju garasi untuk mengambil sepedaku.
            “Vanessa, wait... Where do you go?” tiba-tiba daddy bertanya padaku.
“I just wanna go to Big Ben, Daddy. Just an hour, I promise!” jelasku seraya mencium tangannya.
“Okay, be careful my sweetie.” ucapnya sambil mencium pipiku dan mengacak rambutku yang terurai.
“Bubye Daddy! I love you!” teriakku dari kejauhan. Terdengar balasan setelahya, tapi aku tak tahu pasti apa yang dikatakannya, mungkin ia mengatakan “bye”, “see you”, atau semacamnya. Aku bergegas mengayuh sepeda pink kesayanganku itu menuju Big Ben –menara jam terbesar kedua setelah Makkah Clock Royal Tower. Tepatnya di daerah Westminster, London. Kira-kira berjarak sekitar dua kilometer dari rumah, jika mengendarai sepeda mungkin bisa menempuh tiga puluh menit. Perjalanan menuju Big Ben sangatlah indah ketika musim semi seperti ini, karena kita akan sangat mudah menjumpai bunga bermekaran berbagai jenis dan warnanya. Sepanjang sisi jalan disini dipenuhi bunga, pemandangan yang sungguh indah.
Aku tinggal di London sejak aku balita, daddy asli United Kingdom bisa dibilang british, sedangkan mommy asli Indonesia. Namun, aku lebih mirip dengan daddy. Matanya yang biru, hidungnya yang mancung, lesung pipinya yang dalam, juga alisnya yang tebal semua menurun padaku. Namun, ada satu hal yang tidak mirip. Yaitu rambut, rambut daddy yang blonde itu tidak mirip denganku. Rambutku seperti orang Indonesia, berwarna hitam sempurna. Jadi, terlihat jelas jika aku campuran British-Asian.
Tiga puluh menit pun berlalu, aku sudah sampai di menara jam yang tingginya sekitar 96 meter ini. Banyak orang berlalu lalang disana, hingga sulit untuk menemukan bangku kosong disana.
“Excuse me, can I sit here?” aku bertanya pada seorang perempuan yang usianya kira-kira tidak jauh dariku, dan berusaha mengusirnya secara halus. Oke, bisa dibilang modus.
“Ehm… Okay, no problem. You can sit here, I wanna go there. Bye!” ucapnya ramah dengan senyuman tipis mengembang di sudut wajahnya yang cantik.
“Thank you. Bye!” oke, sekarang aku bisa menempatinya sendirian hingga “Pascal’s Law” tiba. Ya, jika dia benar-benar kembali kesini tahun ini. Aku selalu teringat kejadian lima tahun lalu di tempat ini dan waktu yang sama. Saat itu, aku sedang duduk-duduk di bangku –yang sama dengan yang ku duduki saat ini- sambil menunggu orang tuaku menjemput, aku menikmati cotton candy yang telah kubeli. Tiba-tiba saja ada anak laki-laki seusiaku yang duduk di samping kananku, tanpa mengucap permisi sekalipun. Sungguh tidak sopan pikirku, aku hanya melongo melihat sikapnya yang aneh bin ajaib itu. Dan tak kusangka, beberapa menit kemudian dia mengajakku berbicara.
“H-hi... So-orry for my fault, sit here without ask you.” ucapnya gagap dan menyesal sambil mengulurkan tangannya ke arahku.
“No, problem. But, why you look like so tired? You’ve been jogging?” tanyaku penasaran sambil bersalaman dengannya.
“No! I had runaway from my Social Club. I didn’t like Social, I loved Science. But, it’s some kind of compulsion. I hate this!”
“I’m sorry for hear that.” ucapku turut bersedih mendengarnya.
“Don’t say sorry! You didn’t made any mistakes.” ucapnya dengan menatapku tajam. Tatapan matanya yang tajam dan dagunya yang tegas cukup jelas jika dia adalah orang yang serius. Kami terdiam beberapa saat hingga dia memulai percakapan lagi.
“Do you know Blaise Pascal?” dia bertanya dan aku hanya mengangguk. “He was a French mathematician, physicist, inventor, and writer. I really like his theory, or people called Pascal’s Law. He was a great philosopher. I learn this theory in my encyclopedia book.” jelasnya sambil menunjukkan bukunya yang super tebal. Tiba-tiba saja ada seseorang memanggilnya dari kejauhan.
“Ben! Let’s go home!” yang aku ingat hanya itu, Ben panggilannya. Tanpa perpisahan, perkenalan, kami pun berpisah. Aku masih menyimpan satu benda darinya, kompas. Ya, kompas itu terjatuh dari tas-nya. Sewaktu mengembalikan ternyata orangnya sudah hilang, lalu aku simpan saja sebagai kenangan.
Dari pertemuan yang singkat itu, aku penasaran dengannya. Hingga aku menunggunya setiap tahun disini. Namun, tak juga kami bertemu lagi. Tak terasa sudah setengah jam aku menunggu dia –Pascal’s Law aku menyebutnya- disini, hingga cotton candy-ku sudah habis, aku masih menyimpan kompas itu dan membawanya saat ini. Aku teringat pada janjiku bahwa aku harus segera pulang, lalu aku pulang tanpa bertemu dengannya.
“Vanessa, Mommy wants to introduce you with my friend’s child from Aussie.” teriak mommy dari dalam rumah, ketika aku masih di garasi.
“Okay, Mom! Wait…” aku segera berlari menuju ruang tamu, dan ternyata “Pascal’s Law” kembali. Ben.


Profil :
I’m Ferly Arvidia, just a little girl who loves writing, science, and music so much. Follow my Twitter and Instagram : @ferly_aa . Thanks a lot 
.

Tuesday, May 12, 2015

Just A Little Diary (Part 2)

Tuesday, May 12, 2015 0 Comments
Dear Diary,

Berhubung habis Ujian Nasional, aku jadi lebih sering online.  Aku hanya mau cerita saja sih, sebenarnya aku itu orangnya tak terlalu suka kepo atau sejenisnya itu. Aku hanya suka ngikutin arus hidup ini kemana mengalirnya, udah itu saja. Karena aku percaya, pasti ada jalan dari Tuhan yang menuntun kita ke aliran yang benar. Namun, di satu sisi aku disuruh bertanya macam-macam tentang ini itu, padahal aku yakin meskipun tak bertanya, aku pasti akan tahu juga nantinya. Tak perlu sebingung itu, ah entahlah. Jalan pikiran orang memang tak selalu sama. Namun, kalau begini terus aku juga pusing. Kenapa sih, ini sangat mengekangku, ini adalah pemaksaan. Kan aku juga yang akan menjalani hidup ini.

Aku masih ingat dulu SD saja mau daftar SMP, juga Menunggu informasi dulu dari guru. Nah, sekarang ini kok malah bingung disuruh tanya sana-sini tentang daftar SMA. Pasti kan juga tak jauh berbeda bukan? Aku benar-benar pusing saat ini, menjadi remaja sungguh tak asyik menurutku. Terkadang, aku ingin kembali ke masa kanak-kanak yang tak penuh dengan beban pikiran macam-macam. Menurutku ini adalah semacam hal yang 'over-protective'. Ya, itu menurutku. Tapi, entahlah. Aku sendiri juga bingung. Saat ini, aku hanya ingin bernyanyi all night long & all day long. Ya, aku hanya ingin bernyanyi sepuasnya...

"Singing Radiohead at the top of our lungs
With the boom box blaring as we're falling in love
Got a bottle of whatever, but it's getting us drunk
Singing, here's to never growing up
We'll be running down the street, yelling "Kiss my ass!"
I'm like yeah whatever, we're still living like that
When the sun's going down, we'll be raising our cups
Singing, here's to never growing up" 🎤 🎧 🎼 🎵 🎶 

Okay, happy holiday buat kalian yang sedang menikmati liburan sepertiku. Bubye!

Friday, May 8, 2015

Just A Little Diary

Friday, May 08, 2015 1 Comments
Dear Diary,
8 Mei 2015, ya hari ini yang bertepatan dengan hari lahirku. Bukan, bukan hari ulang tahun, hanya hari kelahiran. Kau tahu apa yang terjadi padaku hari ini? Sungguh buruk, jujur. Sangat benar-benar buruk. Mungkin ini terlihat berlebihan, tapi memang itu kenyataannya. Sebenarnya sudah sejak kemarin, hingga hari ini. Entah mengapa aku benar-benar tak bisa mengendalikan emosiku, aku tak tahu pasti apa yang sedang kurasakan. Namun, hatiku terasa sangat kacau, entah apa penyebabnya. Ah, entahlah.
Sejak kemarin aku membentak orang-orang di sekelilingku, except 'teman'. Ya, karena kemarin aku sedang melaksanakan Ujian Nasional, jadi tak banyak yang kubicarakan bersama teman-temanku. Tak kusadari, aku telah membentak mamaku berkali-kali, memang kemarin beliau masih sangat sabar. Mungkin, ia tahu apa yang sedang kurasakan. Ini benar-benar sakit, di saat kau tak bisa mengendalikan dirimu sendiri, seperti ada rasa lain atau ada sesuatu yang ingin mengendalikan dirimu. Ya, itu yang kurasakan saat ini.
Tadi pagi, mama bertanya padaku tentang sesuatu -aku lupa apa yang ditanyakannya- namun, yang aku ingat, aku tak sengaja membentaknya hingga mungkin membuatnya sangat terluka. Ya, benar-benar terluka menurutku. Aku sangat sedih saat itu, aku benar-benar merasa bersalah telah melukainya. Namun, itu semua sudah terlanjur. Beliau sudah terlanjur marah padaku. Oh Tuhan, apa yang telah kulakukan?! Rasanya aku ingin menghilang begitu saja dari dunia ini, atau berpikir kenapa aku dilahirkan jika tak memiliki tujuan.
Pagi itu juga, tiba-tiba mama memanggilku untuk memasuki ruangannya. Dengan perasaan bercampur aduk, entah sedih, merasa bersalah, takut, entahlah. Saat itu emosiku benar-benar tak bisa kukendalikan. Entah mengapa. Benar saja, mama marah besar padaku. Mama bersumpah kalau aku tak akan sukses nantinya, aku benar-benar takut, Tuhan. Aku takut apa yang akan Kau balas untuk menghukum hamba-Mu yang berdosa ini. Aku juga takut apa yang akan terjadi padaku nantinya, sangat takut. Rasa takut yang besar, sangat besar. Saat itu, mama berkata kalau lebih baik aku tak perlu sekolah. "Sekolah hanya memperburuk perilakumu, yang kamu pikirkan selama ini hanya pelajaran, pelajaran terus. Kamu gak mikirin keluarga? Hah?!" katanya dengan nada tinggi. Aku hanya bisa terdiam seribu bahasa tak bisa membalas ucapannya. Aku berlinangan air mata, wajahku sembab, mataku sangat merah, badanku terasa panas dingin, campur aduk yang jelas. Lalu, aku lihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit. Kurang lima menit lagi bel masuk akan berbunyi, tetapi aku masih di rumah, dan belum berani beranjak kaki dari tempat itu. Dengan sekuat hati, pelan-pelan aku mohon maaf padanya. Namun, apa yang ia katakan? "Mama, gak mau maafin kamu! Sudah jangan sekolah!" katanya kasar. "Tapi..." "Sudah-sudah, pergi!"
Sakit, sakit, dan benar-benar sakit. Aku tau itu kesalahanku, namun sebenarnya itu hanya perasaanku yang tiba-tiba muncul. Mungkin kau tak mengerti apa yang sebenarnya kurasakan. Untung saja tadi pagi, ayah mengantarkanku ke sekolah. Jadi, aku tak perlu mengayuh pedal sepeda terburu-buru. Tepat tiba di sekolah, bel pun berbunyi. Mataku masih merah padam dan berkaca-kaca pastinya, juga wajahku masih sembab. Aku belum sempat cuci muka, bagaimana lagi bel masuk sudah berbunyi. Kau tahu? Saat masuk kelas hanya 'Inisial N' yang care sama aku, mungkin ia berlebihan, hingga terlihat sok tahu. Tak hanya N, tapi juga 'Inisial H' yang menanyakan perasaanku saat itu. Aku kecewa dengan teman-teman yang lain, mengapa mereka tak bertanya atau apalah setidaknya. Bukan, bukan maksudku untuk dikasihani mereka, namun setidaknya mereka care sedikitlah. Namun, tidak sama sekali.
Waktu berlalu, malam hari ini, baru saja terjadi. Ayah memanggilku untuk ke ruangannya. Perasaanku sudah tak enak. Ayah menjelaskan kalau sukses itu tak sepenuhnya berasal dari 'Knowledge', namun dari 'Attitude', dan banyak hal lainnya yang diceritakan. Lalu, tiba-tiba mama menyahut, dan... Terjadi lagi, pertengkaran hebat tadi pagi belum berhenti sampai disitu. Kata-katanya tadi pagi, diucapkan lagi. Semuanya masih terngiang dalam benak pikiranku. Yang paling sakit, mama mengatakanku sakit jiwa, sehingga aku perlu psikiater agar jiwaku, perasaanku benar-benar pulih. Aku sudah tak tahu apa yang aku harus lakukan saat ini, aku tak bisa berpikir lagi. Terbesit dalam pikiranku, aku ingin mati. Namun, entah darimana tiba-tiba mama berkata "Apa? Mau mati? Denger ya, mati, bunuh diri itu dosa. Arwahmu nantinya bakal gak tenang." mama bisa membaca pikiranku. Aku ingin cepat-cepat mengakhiri hari ini, dan bertemu esok hari yang mungkin lebih cerah. Amiinn ya rabbal alamiinn... O:)

Thursday, April 23, 2015

Raden Ajeng Kartini

Thursday, April 23, 2015 0 Comments
Raden Ajeng Kartini
Oleh : Ferly Arvidia Anindita

Raden Ajeng Kartini…
Namamu harum di negeri ini
Terkenang dalam hati sanubari
Perempuan emansipasi

Kau adalah putri sejati
Perempuan yang gigih berdikari
Cita-citamu luhur ‘tuk memajukan kaummu
Demi kebangkitan kaummu

Raden Ajeng Kartini…
Kau adalah putri yang mulia
Kau adalah cerminan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia

Kau adalah inspirasi bagi kami
Juga teladan bagi perempuan masa kini
Untuk mampu berpartisipasi dan berprestasi
Membangun diri dan penuhi panggilan ibu pertiwi

Raden Ajeng Kartini…
Karenamu dunia menjadi cerah
Kini mereka tak lagi memandang rendah pada kami
Karenamu habis gelap terbitlah terang

Kami berjanji padamu ‘tuk memajukan negeri ini
Kami akan berjuang mengisi kemerdekaan
Dengan ilmu dan kerja keras kami
Jiwa dan raga ‘kan kami korbankan

Tuesday, February 3, 2015

My Crazy Cover Videos

Tuesday, February 03, 2015 0 Comments
Hi guys!! Long time no see, miss you so much!! Kali ini aku mau ngasih kalian link video-videoku yang mungkin agak crazy dikit lah. Don't forget to thumbs up my videos. And subcribe me in Youtube. Thanks a lot, guys{}
Langsung aja, check it out!!
Don't Stop - 5 Second Of Summer (Cover) by Ferly Arvidia
The Lazy Song - Bruno Mars (Cover) by Ferly Arvidia
Rude - MAGIC! 'Girl Version' (Cover) by Ferly Arvidia
All About That Bass - Meghan Trainor 'Beauty Version' (Cover) by Ferly Arvidia
Amnesia - 5 Second Of Summer (Cover) by Ferly Arvidia
Itu dulu aja yaa, lebih lengkapnya buka Channel-ku di Youtube ^-^ Ini link-nya -->
Ferly Arvidia Anindita - Youtube
Sekian dan terima kasih. Love you!!❤

Saturday, November 1, 2014

Tuesday, June 24, 2014

Ini Kisahku. Bagaimana Kisahmu?

Tuesday, June 24, 2014 0 Comments
Missisippi Missisippi.. Permisi...
Saya numpang lewat. Anggap post ini gak ada. Saya hanya ingin sekedar bercerita.

#FlashbackOn
Waktu Upacara Pembukaan, hari Kamis, tanggal 19 Juni 2014, pagi harinya. Awal ku berjumpa denganmu. Sore Harinya, awal ku berkenalan dengan dirimu. Malam harinya, kembali ku bertemu denganmu. Drama Kemanusiaan :') . Hari Jum'at, tanggal 20 Juni 2014, pagi harinya. Senam pagi bersama. Siang harinya, ku melihatmu dari tenda. Dalam kejauhan. Malam harinya, kau menjadi pemeran utama dalam Pentas Seni. Aku melihatmu. Namun, mungkin kau tak melihatku. Karena malam itu begitu gelap. Gerakan tarimu yang kaku dan lucu. Lapangan Sukorejo :') . Hari Sabtu, tanggal 21 Juni 2014. Aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Hari Minggu, tanggal 22 Juni 2014. Kau yang memakai seragam serba biru. Mengenakan tas ransel. Mengenakan topi. Mengenakan sepatu putih garis biru. Aku ingat semuanya. Masih tersimpan baik dalam memoriku. Senyumanmu yang manis. Dan tatapan matamu yang meneduhkan hati ini. Membuatku semangat. Pukul 8 pagi hingga 12 siang. Travelling di Hutan berbukit yang takkan pernah ku lupakan :') . Malam harinya, kembali ku berjumpa denganmu. Di sebrang gedung Drama Kemanusiaan. Gedung Paduan Suara. Kau bernyanyi dengan semangat. Gerakanmu yang kaku menjadi daya tarik tersendiri bagiku. Malam terakhir disana. Aku sedih. Aku takut. Jikalau aku takkan pernah bertemu denganmu lagi. Hari Senin, 23 Juni 2014. Hari terakhir ku berjumpa denganmu. Saat Upacara Penutupan. Aku selalu memperhatikanmu setiap waktu. Aku benar-benar takut berpisah denganmu. Dan tiba saatnya kita berpisah. Aku menangis ketika perjalanan pulang di Bus. Aku benar-benar takut tak bisa berjumpa lagi denganmu suatu saat. Aku hanya berharap. Dan semoga harapanku 'tuk bertemu denganmu kembali akan tercapai. Amin. Lima hari bersamamu takkan pernah ku lupakan. Waktu begitu cepat berlalu. Dan hingga kini, aku masih selalu memikirkanmu. Aku belum bisa melupakanmu. Maafkan aku, jika aku terlanjur mencintaimu... :') ~

Never Forget JUMBARA VIII PMI Provinsi Jawa Timur. In Secaba Rindam V Brawijaya Jember. :))

#SoundtrackOn
Mengapa kita bertemu,
Bila akhirnya dipisahkan...
Mengapa kita berjumpa,
Tapi akhirnya dijauhkan...

Monday, April 21, 2014

Tuesday, January 28, 2014

Jenis-jenis Tanah yang Tersebar di Indonesia

Tuesday, January 28, 2014 0 Comments


Jenis-jenis Tanah yang Tersebar di Indonesia


1.          Tanah Alluvial
Alluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai-sungai. Secara umum, sifat jenis tanah ini mudah digarap, dapat menyerap air, dan permeabel sehingga cocok untuk semua jenis tanaman pertanian. Ciri-ciri tanah alluvial yaitu, jenis tanah masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka, dan kesuburan umumnya sedang hingga tinggi. Tanah ini cocok ditanami padi, palawija, tembakau, tebu, sayuran, kelapa dan buah-buahan. Jenis tanah ini terdapat di Jawa bagian Utara, Sumatra bagian Timur, Kalimantan bagian Barat dan Selatan.Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai seperti misalnya, di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.

2.          Tanah Andosol
Tanah andosol terbentuk dari endapan abu vulkanik yang telah mengalami pelapukan sehingga menghasilkan tanah yang subur. Tanah ini memiliki ciri-ciri yaitu, merupakan jenis tanah mineral yang telah mempunyai perkembangan profil, warna coklat kekelabuan hingga hitam, kandungan organiknya tinggi, dan kelembapannya juga tinggi. Penyebarannya di daerah beriklim sedang dengan curah hujan diatas 2500 mm/tahun tanpa bulan kering, umumnya di jumpai di daerah lereng atau kerucut volkan dengan ketinggian diatas 800 m diatas permukaan laut. Andosol kebanyakan terdapat di pulau-pulau yang memiliki gunung api aktif, seperti di Sumatra bagian Barat, Jawa, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara.

3.          Tanah Entisol
Entisol berasal dari abu vulkanik hasil erupsi yang dikeluarkan gunung-gunung berapi berupa debu, pasir, kerikil, batu bom dan lapili. Selain itu berasal dari gunduk pasir yang terjadi di sepanjang pantai, misalnya diantara Cilacap dan Parangtritis (selatan Yogyakarta), dan Kerawang. Tanah tipe ini di sepanjang aliran besar merupakan campuran yang mengandung banyak hara tanaman sehingga dianggap subur. Entisol mempunyai ciri-ciri sebagai berikut yaitu, tanah yang baru berkembang,belum ada perkembangan horison tanah, meliputi tanah-tanah yang berada di atas batuan induk dan termasuk tanah yang berkembang dari bahan baru.

4.          Tanah Grumusol
Grumusol adalah tanah yang berasal dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik, sehingga kandungan organiknya rendah. Tanah grumusol pada umumnya mempunyai tekstur liat, berwarna kelabu hingga hitam, pH netral hingga alkalis, dan mudah pecah saat musim kemarau. Di Indonesia, jenis tanah ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut dengan topografi agak bergelombang hingga berbukit, temperatur rata-rata 25oC, curah hujan <2.500 mm, dengan pergantian musim hujan dan kemarau yang nyata. Persebarannya meliputi Sumatra Barat, Jawa Barat (daerah Cianjur), Jawa Tengah (Demak, Grobogan), Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Madiun, dan Bangil), serta di Nusa Tenggara Timur. Pemanfaatan jenis tanah ini pada umumnya untuk jenis vegetasi rumputrumputan atau tanaman keras semusim (misalnya pohon jati).

5.          Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan (bahan organik). Tanah humus ini sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian, warnanya kehitaman. Tanah jenis ini terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

6.          Tanah Inceptisol
Inceptisol adalah tanah yang terbentuk dari batuan beku, sedimen, atau metamorf masam atau basa. Inceptisol memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu adanya horizon kambik, dimana terdapat horizon penumpukan liat <20% dari horizon diatasnya, tanah yang mulai berkembang tetapi belum matang yang ditandai oleh perkembangan profil yang lebih lemah, mencakup tanah sulfat masam (Sulfaquept) yang mengandung horison sulfurik yang sangat masam, tanah sawah(aquept) dan tanah latosol. Tanah jenis ini banyak terdapat di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sebagain besar tanah ini ditanami palawija (jawa) dan hutan/semak belukar (sumatera dan Kalimantan).

7.          Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Karena tua sekali maka tanah ini sudah tidak subur lagi. Tanah laterit berwarna merah muda sehingga disebut pula tanah merah. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Lampung.

8.          Tanah Latosol
Latosol adalah tanah yang terbentuk dari batuan beku,sedimen,dan metafomorf. Tanah latosol memiliki ciri-ciri yaitu, merupakan jenis tanah yang telah berkembang atau terjadi deferensiasi horison, solum dalam, tekstur lempung, warna coklat, merah hingga kuning, tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 3000 mm/tahun, ketinggian tempat berkisar antara 300-1000 meter di atas permukaan laut, mudah menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Tanah ini tersebar di kawasan Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi.

9.          Tanah Litosol
Tanah litosol belum lama mengalami perkembangan tanah, akibat pengaruh iklim yang lemah, letusan vulkan, atau topografi yang terlalu miring atau bergelombang. Tanah litosol harus diusahakan agar dipercepat pembentukan tanahnya, antara lain dengna penghutanan atau tindakan lain untuk mempercepat proses pelapukan. Tanah jenis ini merupakan tanah mineral dengan sedikit perkembanan profil, tekstur tanah beraneka dan pada umumnya berpasir, tidak bertekstur, warna, kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi. Litosol dapat dijumpai di segala iklim, umumnya di topografi berbukit, pegunungan, dan kemiringan lereng miring hingga curam. Tanah litosol terdapat di daerah pegunungan kapur dan daerah karst di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku Selatan.


10.      Tanah Kapur
Tanah kapur adalah tanah yang berasal dari batuan kapur yang pada umumnya terdapat di daerah pegunungan kapur dan berumur tua. Tanah ini tidak subur, tetapi masih dapat ditanami pohon jati, seperti daerah hutan jati di Pegunungan Kendeng, Blora, Jawa Tengah, dan di Pegunungan Sewu, Gunung Kidul, Yogyakarta. . Persebarannya banyak terdapat di daerah pegunungan kapur, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku dan Sumatera.

11.      Tanah Mergel
Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur, pasir dan tanah liat. Pembentukan tanah mergel dipengaruhi oleh hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Tanah mergel termasuk jenis tanah yang subur dan banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah, misalnya Solo (Jawa Tengah), Madiun, dan Kediri (Jawa Timur).

12.      Tanah Organosol
Tanah organosol adalah tanah yang terjadi dari bahan induk organik, seperti gambut dan rumput rawa pada iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2.500 mm/tahun. Tanah ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yaitu tidak tejadi deferensiasi horison secara jelas, ketebalan lebih dari 0,5 m, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4,0), dan kandungan unsur hara rendah. Jenis tanah ini terdapat di Jawa, daerah pasang surut di daratan Timur Sumatra, pantai Kalimantan bagian barat dan selatan, serta pantai Papua (Irian jaya) bagian barat dan selatan yang kesemuanya kaya akan unsur hara.

13.      Tanah Oxisol
Oxisol adalah tanah yang kaya akan besi dan aluminium oksida. Tanah jenis ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu solum yang dangkal, kurang dari 1 meter, kaya akan seskuioksida yang telah mengalami pelapukan lanjut, adanya horizon oksik pada kedalaman kurang dari 1,5 m, susunan horison A, B, dan C dengan horizon B spesifik berwarna merah kuning sampai kuning coklat dan bertekstur paling halus liat, mengandung konkresi Fe/Mn lapisan kuarsa. Banyak digunakan untuk perladangan, pertanian subsisten pengembalaan dengan intensitas rendah, dan perkebunan yang intensif seperti perkebunan tebu, nanas, pisang dan kopi. Tanah jenis ini tersebar di daerah tropik basah.

14.      Tanah Padas
Tanah padas adalah tanah yang amat padat, karena mineral di dalamnya dikeluarkan oleh air yang terdapat di lapisan tanah sebelah atasnya. Sebenarnya tanah padas tidak dapat dikatakan tanah, karena tanah telah hilang dan sisanya terdiri dari lapukan batuan induk. Kandungan organik tanah ini rendah bahkan hampir tidak ada dan peka terhadap erosi. Jenis tanah ini terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.

15.      Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang berasal dari batu pasir yang telah melapuk. Tanah ini sangat miskin, tidak berstruktur, sedikit mengandung bahan organik dan kadar air di dalamnya sangat sedikit. Tanah pasir terdapat di pantai barat Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi. Tanah pasir yang terdapat di pantai berpasir disebut sand dune. Di daerah ini dipengaruhi oleh angin, seperti bukit pasir di Pantai Parangtritis, Yogyakarta.

16.      Tanah Podsol
Tanah podsol terbentuk karena pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podsol mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yaitu jenis tanah ini tidak mempunyai perkembangan profil, tekstur lempung hingga pasir, kandungan pasir kuarsanya tinggi, kesuburannya rendah dan warnanya kuning dan kuning kelabu. Penyebarannya di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun tanpa bulan kering. Misalnya daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara dan Irian Jaya.

17.      Tanah Podzolik Merah Kuning
Tanah podzolik merah kuning merupakan jenis tanah yang memiliki persebaran terluas di Indonesia. Berasal dari bahan induk batuan kuarsa di zona iklim basah dengan curah hujan antara 2.500 – 3.000 mm/tahun. Sifatnya mudah basah dan mudah mengalami pencucian oleh air hujan, sehingga kesuburannya berkurang. Dengan pemupukan yang teratur, jenis tanah ini dapat dimanfaatkan untuk persawahan dan perkebunan. Tersebar di dataran-dataran tinggi Sumatra, Sulawesi, Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara.

18.      Tanah Regosol
Tanah regosol adalah tanah yang terbentuk akibat pelapukan batuan yang mengandung abu vulkanik, pasir pantai dan nafal. Ciri-cirinya yaitu, Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, Jenis tanah masih muda, belum mengalami deferensiasi horison, bersifat subur, berbutir kasar, berwarna keabuan, kaya unsur hara, pH 6 – 7, cenderung gembur, kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. Persebaran jenis tanah ini di Indonesia terdapat di setiap pulau yang memiliki gunung api, baik yang masih aktif ataupun yang sudah mati. Seperti Jawa, Sumatra, dan Madura. Banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

19.      Tanah Rendzina
Tanah rendzina tersebar tidak begitu luas di beberapa pulau Indonesia. Berdasarkan luasannya, daerah-daerah di Indonesia yang memiliki jenis tanah ini adalah Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Pegunungan Kapur di Jawa. Rendzina memiliki ciri-ciri yaitu, merupakan tanah padang rumput yang tipis berwarna gelap, terbentuk dari kapur lunak, batu-batuan mergel, dan gips. Pada umumnya memiliki kandungan Ca dan Mg yang tinggi dengan pH antara 7,5 – 8,5 dan peka terhadap erosi. Jenis tanah ini kurang bagus untuk lahan pertanian, sehingga dibudidayakan untuk tanaman-tanaman keras semusim dan palawija.

20.      Tanah Ultisol
Ultisol adalah tanah asam dengan lapisan yang dalam, terbentuk di hutan dan terdiri dari tanah liat. Ciri-ciri tanah ini yaitu, kandungan bahan organik, kenjenuhan basa dan pH rendah (pH 4,2-4,8), terjadi proses podsolisasi: proses pecucian bahan organik dan seskuioksida dimana terjadi penimbunan Fe dan Al dan Si tercui, bahan induk seringkali berbecak kuning, merah dan kelabu tak begitu dalam tersusun atas batuan bersilika, batu lapis, batu pasir, dan batu liat, terbentuk dalam daerah iklim seperti Latosol, perbedaan karena bahan induk : Latosol terutama berasal dari batuan volkanik basa dan intermediate, sedang tanah Ultisol berasal dari batuan beku dan tuff. Tanah yang paling luas penyebarannya di Indonesia: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan sebagian Jawa . Sebaiknya tanah ini dihutankan atau untuk perkebunan seperti : kelapa sawit, karet dan nanas.

21.      Tanah Vertisol
Vertisol adalah tanah liat  tinggi yang mengembang  pada waktu basah dan pecah-pecah pada waktu kering. Ciri-ciri dari tanah ini yaitu, solum yang dangkal, kurang dari 1 meter, kaya akan seskuioksida yang telah mengalami pelapukan lanjut, adanya horizon oksik pada kedalaman kurang dari 1,5 m, susunan horison A, B, dan C dengan horizon B spesifik berwarna merah kuning sampai kuning coklat dan bertekstur paling halus liat, mengandung konkresi Fe/Mn lapisan kuarsa. Banyak digunakan untuk perladangan, pertanian subsisten pengembalaan dengan intensitas rendah, dan perkebunan yang intensif seperti perkebunan tebu, nanas, pisang dan kopi. Tanah ini tersebar di daerah dengan musim kering musiman.

22.      Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis adalah tanah yang berasal dari pelapukan batuan-batuan vulkanis, baik dari lava/batu yang telah membeku (effusi) maupun dari abu vulkanis yang telah membeku (efflata). Daerah pembekuan lava tidak begitu luas dibanding daerah abu vulkanis. Contoh tanah vulkanis, yaitu tanah tuff yang terbentuk dari abu gunung api dan bersifat sangat subur. Tanah tuff terdapat di Lampung, palembang, dan Sumatra Barat, sedangkan daerah yang terkena letusan gunung berapi terisi abu vulkanis, seperti Bandung, Garut, dan sekitarnya baik untuk jenis pertanian karena sangat subur. Tanah vulkanis terdapat di Jawa, Sumatra, Bali, dan beberapa wilayah lain yang memiliki gunung api.

23.      Tanah Hidromorf Kelabu
Tanah hidromorf kelabu terbentuk akibat pelapukan batuan tufa vulkanik asam dan batu pasir. Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air dan warna kelabu hingga kekuningan.

24.      Tanah Argosol atau tanah gambut
Tanah Argosol terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan rawa yang mengalami pembusukan. Jenis tanah ini berwarna hitam hingga cokelat. Tanah jenis ini terdapat di rawa Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Tanaman yang tumbuh di tanah argosol adalah karet, nanas, palawija, dan padi.